Jumat, 23 Oktober 2026
20:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Bali Orti

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Bali Orti (artinya Kabar Bali) adalah sisipan berbahasa Bali dalam Bali Post edisi Minggu yang mulai terbit sejak 20 Agustus 2006.

Gagasan pembuatan sisipan ini lahir dalam sarasehan bahasa dan sastera Bali di Taman Budaya Denpasar di awal 2006. Dengan adanya Bali Orti, para sastrawan Bali mempunyai tempat untuk menerbitkan karyanya.

Sebenarnya Bali Post pernah membuka rubrik sastra Bali, Sabha Sastra Bali, tetapi hanya satu halaman setiap pekan dan berlangsung hanya dua tahun (1969-1971). Setelah Sabha Sastra Bali berhenti, para sastrawan Bali menampilkan karyanya dalam majalah Kulkul, Buratwangi dan Canang Sari. Kulkul terbit hanya sebentar dan dua media lain sirkulasinya terbatas. Hal ini berbeda dengan Bali Orti, yang karena menumpang dalam Bali Post, sehingga dapat tersebar ke seluruh Bali.

Bali Orti dikelola oleh A. Mas Ruscitadewi dan Wayan Juniarta, yang pernah mengelola Kulkul, ditambah dengan I Nyoman Manda, Made Made Adnyana, I Made Sujaya, Wayan Suardiana, Gede Tapayasa dan Ni Made Ari Dwijayanthi.

Bali Orti besar jasanya dalam mengembangkan sastra modern Bali. Banyak pengarang lama yang aktif menulis di dalamnya, seperti Gde Dharma, I Gusti Putu Bawa Samar Gantang, dan Tusthi Eddy. Para pengarang muda juga bermunculan, seperti Widiasa Keniten dan I Made Sugianto. Sajak dan cerita pendek yang dimuat di sana banyak yang kemudian dibukukan.

Sebagai penghargaan kepada usaha membina dan mengembangkan bahasa dan sastera Bali, sisipan itu kemudian mendapat Hadiah Sastra Rancage pada 2011, berupa piagam dan uang Rp 5 juta.

Sumber rujukan

Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan