Selasa, 03 November 2026
23:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Bakalau pasifik

Bakalau pasifik

Bagikan:
Bakalau pasifik
Rentang waktu: Pleistocene –recent [1]
Gadus_macrocephalus.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Gadiformes
Famili: Gadidae
Genus: Gadus
Spesies:
G. macrocephalus
Nama binomial
Gadus macrocephalus
Tilesius, 1810
Sinonim[2]

Bakalau pasifik (Gadus macrocephalus) adalah sebuah spesies ikan dalam famili Gadidae. Ikan ini ditemukan berenang di dekat dasar laut di Samudra Pasifik utara, umumnya di landas benua dan tepi benua, hingga kedalaman sekitar 900 m (3.000 ft). Ikan ini dapat tumbuh hingga panjang sekitar satu meter dan dapat ditemukan dalam rombongan yang besar. Bakalau pasifik memakan kerang-kerangan, cacing, kepiting, udang dan ikan-ikan muda.[3] Spesies ini berperan sebagai spesies makanan komersial yang penting dan juga dikenal dengan nama kod kelabu, kod abu-abu, atau ikan kelabu. Pemancingan ikan ini diregulasi dengan kuota yang dialokasikan untuk rawai, jebakan ikan dan pukat dasar. Fosil-fosil dari ikan ini telah ditemukan di Kanada di dekat sebuah fosil singa laut steller yang berasal dari kala Pleistosen.

Referensi

  1. ↑ Harington, C.R (2004). "A Late Pleistocene Steller sea lion (Eumetopias jubatus) from Courtenay, British Columbia: its death, associated biota, and paleoenvironment". Canadian Journal of Earth Sciences. 41 (11): 1285–1297. Bibcode:2004CaJES..41.1285H. doi:10.1139/e04-061.
  2. ↑ Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2018). "Gadus macrocephalus" di situs FishBase. Versi February 2018.
  3. ↑ Fisheries, NOAA (2024-09-06). "Pacific Cod | NOAA Fisheries". NOAA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-12-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan