Minggu, 01 November 2026
04:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Vernakular

bentuk bahasa yang dipakai oleh suatu golongan atau kaum, berkontras dengan bahasa nasional, bahasa kesusastraan, bahasa liturgis, bahasa ilmiah, atau lingua franca

Bagikan:

Vernakular atau bahasa vernakular adalah bentuk bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari oleh suatu golongan atau kaum dalam masyarakat.[1][2] Vernakular bisa dianggap berkontras dengan bahasa nasional, bahasa kesusastraan, bahasa liturgis, bahasa ilmiah, atau lingua franca, yaitu bahasa perantara yang dipakai untuk memudahkan komunikasi di belahan sebuah kawasan besar. Bahasa vernakular biasanya adalah bahasa asli, lebih lazim dipakai dalam percakapan daripada tulisan dan biasanya dipandang berstatus lebih rendah daripada bentuk yang melalui tahap kodifikasi.[3] Vernakular bisa berupa ragam bahasa, dialek geografis, sosiolek, atau bahasa daerah.

Dalam pengertian lain, vernakular adalah bahasa yang tidak mempunyai bentuk baku/kodifikasi atau tradisi kesusastraan.[4][5] Dalam konteks pembakuan bahasa, sebutan "vernakular" atau "dialek vernakular" kadang dipakai sebagai sinonim istilah "dialek nonbaku".[6]

Catatan

  1. ↑ Omar (1985), hlm. 28
  2. ↑ "Jurnal dewan bahasa" (dalam bahasa Melayu). 42 (1–6). Dewan Bahasa dan Pustaka. 1998: 226.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. ↑ Yule (2016), hlm. 559
  4. ↑ Keulen, Jean E. Van; Weddington, Gloria Toliver; DeBose, Charles E. (1998). Speech, Language, Learning, and the African American Child (dalam bahasa Inggris). Allyn and Bacon. hlm. 50. ISBN 9780205152681.
  5. ↑ Suhardi & Sembiring (2007), hlm. 61–62
  6. ↑ Wolfram, Walt; Schilling-Estes, Natalie (1998). American English: dialects and variation. Malden, Mass.: Blackwell. hlm. 13–16.

Kepustakaan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan