Jumat, 30 Oktober 2026
15:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Rumpun bahasa Oseanik

Rumpun bahasa Oseanik

subkelompok dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Oseanik
WilayahMelanesia, Mikronesia, Polinesia
Penutur
Bentuk awal
Kode bahasa
ISO 639-3–
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
ocea
Glottologocea1241
Lokasi penuturan
330px-Oceanic_languages.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

03.46, Jumat, 30 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.637 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Rumpun bahasa Oseanik adalah nama sebuah cabang kelompok bahasa dari rumpun bahasa Austronesia yang terdiri dari sekitar 450 bahasa.

Meliputi daerah yang sangat luas, bahasa-bahasa Oseanik dituturkan oleh lebih dari dua juta orang. Bahasa yang terbesar adalah bahasa Samoa, dengan lebih dari 800.000 penutur, dan bahasa Fiji Timur dengan lebih dari 500.000 penutur, bahasa Gilbert/Kiribati, Tonga, Tahiti, Maori dan Kuanua (Tolai) masing-masing lebih dari 100.000 penutur.

Bahasa proto yang telah direkonstruksi untuk grup bahasa ini disebut Proto-Oseanik (sing. POc). Grup bahasa oseanik pertama kali ditunjukkan sebagai satu grup bahasa oleh Sidney Herbert Ray tahun 1896.

Pengelompokan

Analisis tahun 2008 dari Austronesian Basic Vocabulary Database[1] mendukung sepenuhnya kesatuan Oseanik. Namun, beberapa pembagian tradisional rumpun ini tidak didukung. Tidak ada dukungan untuk mengelompokkan bahasa-bahasa Meso-Melanesia dengan bahasa-bahasa oseanik Barat lainnya, sementara itu ada dukungan sedang untuk mengelompokkannya dengan cabang Oseanik Tengah Timur.

Semua cabang sepenuhnya didukung oleh analisis tahun 2008 kecuali Meso-Melanesia, yang pada kepercayaan 82% hanya secara moderat didukung sebagai satu unit. Selain itu, ada dukungan moderat untuk mengelompokkan cabang-cabang Oseanik:

Oseanik <br />(100%)
 (67%) 

Kepulauan Admiralty

 (83%) 

Temotu

Oseanik Selatan

 Meso-Melanesia 
(82%)

Solomonik Tenggara

Bali-Vitu

Meso-Melanesia
(84% kepercayaan sebagai satu unit)

(70%)

Mikronesia

Fiji-Polinesia (Pasifik Tengah)

Oseanik Barat (parsial)

Rujukan

Catatan kaki

  1. ↑ "Austronesian Basic Vocabulary Database". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-09-27. Diakses tanggal 2009-04-10.

Daftar pustaka

  • Ray, S.H. (1896). "The common origin of the Oceanic languages". Journal of the Polynesian Society: 58–68.
  • Lynch, John (2002). The Oceanic languages. Richmond, Surrey: Curzon. ISBN 9780700711284. OCLC 48929366. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  • Ross, Malcolm and Åshild Næss (2007). "An Oceanic Origin for Äiwoo, the Language of the Reef Islands?". Oceanic Linguistics. 46: 456–498.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan