Jumat, 23 Oktober 2026
22:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Bahasa Norik

bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa

Bagikan:
Bahasa Norik
Dituturkan diAustria, Slovenia
EtnisTauriski
Erabukti tertulis pada abad ke-2 Masehi
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3nrc
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
nrc
Glottolognori1240
IETFnrc
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Norik diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [1][2]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Norik (juga disebut bahasa Kelt Timur) adalah salah satu bahasa Kelt Benua yang telah punah. Bahasa ini memiliki bukti tertulis hanya dalam dua prasasti yang terpisah-pisah yang ditemukan di Norikum, salah satu provinsi Romawi (sekarang di Grafenstein, Austria, dan satunya di Ptuj, Slovenia), yang tidak memberikan informasi yang cukup untuk suatu kesimpulan terhadap sifat bahasa ini, seperti tata bahasa ataupun kosakata. Namun, bahasa ini mungkin mirip dengan bahasa Keltik lain yang dekat dengannya secara geografis, seperti bahasa Galia. Karena bukti yang sedikit, tidak diketahui kapan bahasa ini punah.

Prasasti Ptuj

250px-Ptuj_inscription-facsimile.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ARTEBUDZBROGDUI (faksimili dari prasasti asli, ditulis dari kanan ke kiri)

Prasasti Ptuj, ditemukan pada tahun 1894, ditulis dari kanan ke kiri dalam aksara Italik Kuno[3] dan dibaca:

ARTEBUDZBROGDUI

Bahasa ini ditafsirkan sebagai dua nama pribadi: Artebudz, [putra] dari Brogduos.[4] Nama Artebudz mungkin berarti "penis beruang"[5] (bandingkan dengan arth yang berarti "beruang" dalam bahasa Wales, dan bod yang berarti "penis" dalam bahasa Irlandia), sedangkan Brogduos mungkin memiliki elemen brog-, mrog- yang berarti "negeri"[6] (bandingkan dengan bro dalam bahasa Wales yang berarti "wilayah" atau "negara"). Atau, prasasti itu juga dapat diartikan sebagai Artebudz [membuat ini] untuk Brogdos, dengan nama kedua dalam imbuhan dativus.[7]

Prasasti Grafenstein

250px-Grafenstein_inscription_%26_facsimile.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti Grafenstein & faksimili

Prasasti Grafenstein, tertulis pada ubin yang mungkin berasal dari abad ke-2 Masehi yang ditemukan di lubang kerikil pada tahun 1977, tidak lengkap, tetapi bagian yang masih ada telah ditranskripsikan sebagai berikut:[3]

MOGE · ES[

P· II- LAV · EX[
ṆE · SAḌỊÍES[
OLLO · SO · VILO[
ỌNẠ C[…]

OLLO · SO · ? [

P LṾGNṾ · SI

Di sini, Moge Moge tampaknya adalah nama pribadi atau singkatan dari satu, P· II- lav singkatan bahasa Latin yang menunjukkan bobot, ne sadiíes bentuk verbal yang mungkin berarti "kamu tidak diatur", ollo so mungkin berarti "jumlah ini", dan Lugnu berarti suatu nama orang. teks tersebut dapat menjadi catatan dari beberapa jenis transaksi keuangan.[3]

Cara baca lain dari prasasti tersebut juga telah diusulkan, termasuk:

MOGE · ES+[---]

PET(?) LAV · EX[---]
NE · SAMES[---]
OLLO · SO · VILO ·[---]
ONA O(?) + ++

OLLO · SO ·+

+ LVGNI · SI[8]

dan

MOGV · CISS [---

PETILAV · IEX[---
NE · SADIIES[---
OLLO · SO · VILO ·[---
ONA DOM...OC[

OLLO · SO · VIA .[

ILVGNV.SI[[9]

Referensi

  1. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  3. 1 2 3 David Stifter, 2007-10-12, Keltisch in Österreich (Powerpoint document) Diarsipkan 2011-05-31 di Wayback Machine, (PDF of lecture) Diarsipkan 2010-05-08 di Wayback Machine. Retrieved 2008-01-09.
  4. ↑ Encyclopédie de l'arbre celtique, Vase de Ptuj. Retrieved 2008-01-09.
  5. ↑ Il Vocabolario Celtico, p. 87, p. 89. Retrieved 2008-01-09.
  6. ↑ A. Falileyev, Dictionary of Continental Celtic Place-Names. Retrieved 2008-01-09.
  7. ↑ Indogermanistik Wien, University of Vienna, Quellentexte: Ptuj Diarsipkan 2007-05-04 di Wayback Machine. Retrieved 2008-01-09.
  8. ↑ Indogermanistik Wien, University of Vienna, Quellentexte: Grafenstein Diarsipkan 2007-05-04 di Wayback Machine. Retrieved 2008-01-09.
  9. ↑ Encyclopédie de l'arbre celtique, Tuile de Grafenstein. Retrieved 2008-01-09.
Rekonstruksi
Kelt Benua
Kelt Kepulauan
Britonik
Rekonstruksi
Britonik Barat Daya
Britonik Barat
Goidelik
(tidak diketahui)
  • Pikt? (mungkin Britonik, Goidelik, Jermanik, atau Pra-Indo-Eropa)
(tidak diketahui)
Campuran
Daerah penutur Kelt
Pendidikan
Huruf miring menunjukkan punah atau bahasa leluhur
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan