Rabu, 04 November 2026
06:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Bahasa Duriankari

Bahasa Duriankari

bagian dari rumpun bahasa Papua

Bagikan:
Bahasa Duriankari
BPS: 0927 3
Duriankere, Efpan
Dituturkan diIndonesia
WilayahPapua Barat Daya (Salawati)
EtnisDuriankari
Kepunahantahun 1990an?[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3dbn
Glottologduri1243
IETFdbn
ELPDuriankere
BPS (2010)0927 3
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Critically Endangered

Duriankari diklasifikasikan sebagai bahasa terancam kritis (CR) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Duriankari diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C8a MoribundBahasa Duriankari dikategorikan sebagai C8a Moribund menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini digunakan oleh sedikit penutur ataupun bahasa ini hanya dituturkan pada wilayah yang cukup kecil
Referensi: [2][3][4]
Lokasi penuturan
Peta ini menggunakan properti koordinat yang mewajibkan Anda untuk mengaktifkan JavaScript maupun Scribunto eksternal. Titik mungkin saja tidak tertampil di peramban Anda maupun saat Anda menekan gambar ini.
Kisaran lokasi Duriankari dituturkan
Kisaran lokasi Duriankari dituturkan
Lokasi penuturan
osm-intl,7,-1.36,130.94,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Duriankari&revid=28129965&groups=_57be6122686d1b612b5dd3b765fe87e0564d2402&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,-1.36,130.94,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Duriankari&revid=28129965&groups=_57be6122686d1b612b5dd3b765fe87e0564d2402&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 1°22′S 130°56′E / 1.36°S 130.94°E / -1.36; 130.94
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

00.52, Selasa, 3 November, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.638 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Duriankari, dikenal juga sebagai Duriankere atau Efpan, adalah bahasa Papua (atau dialek) yang mungkin telah punah. Bahasa ini pernah dituturkan di kampung Duriankari di ujung selatan pulau Salawati, yang merupakan bagian dari Kepulauan Raja Ampat dan berbatasan dengan Semenanjung Kepala Burung di daratan Papua Barat Daya.

Pada tahun 1950-an, diamati bahwa penuturnya mengalami pergeseran ke bahasa Moi.[5] Bahasa Duriankari dilaporkan pada tahun 1980an memiliki sekitar 100 penutur,[6] tetapi pada tahun 1990-an dikatakan punah.[1] Bahasa ini diklasifikasikan sebagai bahasa terpisah oleh Voorhoeve (1975a, hlm. 440), akan tetapi Berry & Berry (1987, hlm. 92) menyimpulkan bahwa belum cukup informasi yang diketahui tentang hal ini untuk menentukan apakah itu bahasa terpisah atau dialek Inanwatan. Bahasa Inanwatan dituturkan di beberapa desa yang berjarak lebih dari 150 kilometer ke arah timur (serta oleh komunitas yang lebih kecil di seberang Selat Sele dari Duriankari di kampung Seget). Orang Inanwatan di sana menganggap suku Duriankari sebagai keturunan suku Inanwatan yang terbawa jauh ke barat oleh banjir mistis.[7]

Daftar kata dalam bahasa Duriankari yang dikumpulkan oleh J.C. Anceaux tersedia di Voorhoeve (1975b, hlm. 104) dan Smits & Voorhoeve (1998).

Referensi

  1. 1 2 de Vries 2004, hlm. 1–2.
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ "Bahasa Duriankari". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  5. ↑ Remijsen 2001, hlm. 30.
  6. ↑ Berry & Berry 1987, hlm. 84, 92.
  7. ↑ de Vries 2004, hlm. 2, 96.

Bibliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok bahasa Papua ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan