Sabtu, 31 Oktober 2026
21:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bahasa Iau

bagian dari rumpun bahasa Papua

Bagikan:
Bahasa Iau
BPS: 1137 2
Edopi, Turu
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
EtnisTuru
Penutur
2.100 (2012)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Dialek
Foi
Turu
Iau
Edopi
Kode bahasa
ISO 639-3tmu – kode inklusifMencakup:
tmu – Iau
dbf – Edopi
Glottologcent2110
IETFtmu
BPS (2010)1137 2
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C5 DevelopingBahasa Iau dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [2]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

03.29, Sabtu, 31 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.638 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Iau atau Turu adalah sebuah bahasa yang dituturkan di Papua Tengah, Indonesia. Mayoritas penuturnya adalah monolingual dan jumlahnya terus mengalami peningkatan. Dialek dalam bahasa ini adalah Edopi.[3]

Dialek

Bahasa Iau memiliki beberapa dialek, yakni dari Foi (Poi), Turu, Edopi (Elopi), dan Iau itu sendiri. Foi dituturkan di area dekat Sungai Tariku (Sungai Rouffaer), Turu dituturkan di area dekat Sungai Van Daalen, Iau di antara sungai-sungai tersebut dan Edopi di antara Sungai Tariku dan Sungai Kliki (Sungai Fou). Di Kabupaten Puncak Jaya, dialek Iau dituturkan di Bakusi, Duita, Fawi, dan Vi yang berlokasi di antara Sungai Rouffaer dan Sungai Van Daalen di Distrik Fawi.[3]

Fonologi

Fonologi Bahasa Iau menurut Bateman (1990a) adalah sebagai berikut:[4]

Konsonan

Fonem konsonan Bahasa Iau
Labial Koronal Velar
Berhenti    b t  d k   
Frikatif f s

Bahasa Iau memiliki 6 huruf konsonan, yakni /t (dental), d/ (dental), /s/ (alveolar), /b (impolisif), d/ (implosif) dan /f/.

Vokal

Depan Tengah Belakang
i̝
i   u
ɪ   ʊ
ɛ   ɔ
  ã  

Vokal rendah selalu dibuat sengau, kecuali ketika membentuk diftong. T

Diftong dalam Bahasa Iau adalah sebagai berikut:

ɛ ɪ ʊ i u i̝
a aɛ aɪ aʊ ai au ai̝
ɛ ɛi
ɔ ɔɛ ɔi
ʊ ʊɪ
u ui

Bahasa Iau tidak memiliki diftong yang dimulai oleh huruf /ɪ i i̝/ atau diakhiri oleh huruf /a ɔ/. Bahasa Iau juga memiliki dua triftong yakni /aui/ and /aʊɪ/.

Nada

Iau adalah bahasa tonal yang paling kompleks dalam Bahasa Dataran Danau di Papua. Tidak seperti bahasa dataran danau lainnya yang biasanya dwisuku ataupun trisuku, struktur kata dalam Bahasa Iau biasanya terdiri dari satu suku kata. Bahasa Iau memiliki 8 nada fonemik yang ditranskripkan oleh Bateman menggunakan nada Chao yang biasanya digunakan pada bahasa-bahasa di Asia Timur. Secara fonetik, nada-nada dalam Bahasa Iau adalah sebagai berikut:[5]

  • tinggi (high) (44)
  • menengah (mid) (33)
  • meningkat-tinggi (high-rising) (45)
  • rendah-meningkat (low-rising) (23)
  • tinggi ke menurun rendah (high-to-low-falling) (42)
  • tinggi ke menurun menengah (high-to-mid-falling) (43)
  • menengah ke menurun rendah (mid-to-low-falling) (32)
  • menurun-meningkat (falling-rising) (423)[5]

Bibliografi

  • Bateman, Janet. 1982. The topic-comment construction in Iau. In Marit Kana (ed.), Workpapers in Indonesian linguistics, vol. 1, 28–49. Irian Jaya, Universitas Cenderawasih.
  • Bateman, Janet. 1986. Iau verb morphology. NUSA: Linguistic Studies of Indonesian and Other Languages in Indonesia 26. Jakarta: Universitas Katolik Atma Jaya. 1–76. http://sealang.net/archives/nusa/pdf/nusa-v26.pdf
  • Bateman, Janet. 1990a. Iau segmental and tone phonology. NUSA: Linguistic Studies of Indonesian and Other Languages in Indonesia 32. 29–42. http://sealang.net/archives/nusa/pdf/nusa-v32-p29-42.pdf
  • Bateman, Janet. 1990b. Pragmatic functions of the tone morphemes on illocutionary force particles in Iau. NUSA: Linguistic Studies of Indonesian and Other Languages in Indonesia 32. 1–28.
  • Edmondson, A., Janet Bateman & Helen Miehle. 1992. Tone contours and tone clusters in Iau. Proceedings of the Annual Meeting of the Berkeley Linguistics Society: Special Session on the Typology of Tone Languages, vol. 18, 92–103. Berkeley, CA: Berkeley Linguistics Society. http://journals.linguisticsociety.org/proceedings/index.php/BLS/article/viewFile/1544/1327

Referensi

  1. ↑ Iau di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
    Edopi di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ "Bahasa Iau". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  3. 1 2 Eberhard, David M.; Simons, Gary F.; Fennig, Charles D., ed. (2019). "Indonesia languages". Ethnologue: Languages of the World (Edisi 22nd). Dallas: SIL International.
  4. ↑ Bateman, Janet (1990). "NUSA: Linguistic Studies of Indonesian and Other Languages in Indonesia" (PDF). Iau segmental and tone phonology: 29–42.
  5. 1 2 Foley, William A. (2018). "The languages of Northwest New Guinea". Dalam Palmer, Bill (ed.). The Languages and Linguistics of the New Guinea Area: A Comprehensive Guide. The World of Linguistics. Vol. 4. Berlin: De Gruyter Mouton. hlm. 433–568. ISBN 978-3-11-028642-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan