Jumat, 30 Oktober 2026
23:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bahasa Aequi

Bahasa Aequi

bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa

Bagikan:
Bahasa Aequi
WilayahLatium, Semenanjung Italia
EtnisAequi
EraBukti tertulis dari abad ke-5 hingga ke-3 SM[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Alfabet Italik Kuno dan Alfabet Latin
Kode bahasa
ISO 639-3xae
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
xae
GlottologTidak ada
aequ1238  (kode usang)
IETFxae
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Aequi diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [2][3]
Lokasi penuturan
500px-Latium_-5th_Century_map-id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Letak Suku Aequi di Semenanjung Italia bagian tengah.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Aequi adalah bahasa Italik punah yang pernah dituturkan oleh suku Aequi dan Aequicoli tinggal di Perbukitan Albani di Latium timur laut dan Apennini timur selama zaman Republik Romawi awal dan tengah; yaitu, kira-kira dari abad ke-5 hingga ke-3 SM, ketika suku Aequi dikalahkan oleh tentara Roma dan kemudian terlatinisasi. Karena daerah itu banyak dijajah oleh penutur bahasa Latin dari Roma, sebagian besar prasasti dari sana berbahasa Latin. Dua prasasti tak bertanggal tampaknya dalam dialek yang berbeda, disebut Aequi oleh para ahli bahasa dengan anggapan bahwa sebenarnya bahasa itu mewakili bahasa seluruh suku pra-Romawi.

Prasasti

Aequian sedikit didokumentasikan oleh dua prasasti. Catatan oleh Robert Conway tentang prasasti berbahasa Italik menunjukkan beberapa glosa, beberapa nama tempat dan beberapa lusin nama pribadi, tetapi tidak membedakan mana yang merupakan endonim dan mana yang merupakan eksonim yang digunakan oleh penutur berbahasa Latin.[4] Ada kemungkinan bahwa keduanya sama dalam kedua kasus, tetapi hipotesis seperti itu tetap tidak terbukti.

Prasasti Alba Fucens adalah lempengan perunggu bertuliskan ALBSI PATRE.[5] Conway merekonstruksi kata pertama sebagai *albe(n)si, suatu dativus. Baldi menerjemahkan tulisan itu ke dalam bahasa Latin sebagai Albano patri, dua dativus, berarti: "Untuk Bapa Alban (nama dewa)."[6]

Bukti kedua adalah Prasasti Cliternia (Capradosso) ditemukan di Petrella Salto, sebuah batu bertulis di mata air yang terpisah dari konteksnya secara alami (berguling menuruni bukit).[7] Prasasti itu bertuliskan:[4]

VIA INFERIOR | PRIVATAST | T VMBRENI C F |
PRECARIO | ITVR | PECVS PLOSTRV | NIQVIS AGAT

Prasasti itu merupakan pemberitahuan yang menyatakan bahwa jalan itu milik pribadi, bagian dengan izin dari Titus Umbrenus, putra Gayus, tetapi malah hewan pembawa beban dilarang.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Aequi at MultiTree on the Linguist List
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. 1 2 Conway, Robert Seymour (1897). The Italic Dialects. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 301–305.
  5. ↑ Ernout 1916, hlm. 43–44 gives the CIL number, as the inscription was originally taken to be early Latin: CIL I2 385, VI 3672, IX 4177.
  6. ↑ Baldi, Philip (2002). The Foundations of Latin. Trends in Linguistics: Studies and Monographs. Berlin: Mouton de Gruyter. hlm. 122.
  7. ↑ CIL IX, 4171, according to Ernout 1916, hlm. 45.

Daftar pustaka

Latin-Faliski
Oska-Umbria
Oska
Umbria
Lainnya
Tidak diketahui
  • Belgia Kuno? (kemungkinan Keltik)
  • Elimia? (kemungkinan Anatolia)
  • Lusitania? (kemungkinan Keltik, para-Keltik, atau independen)
  • Sikeloi? (kemungkinan independen)
  • Venetia? (kemungkinan Keltik, para-Keltik, transisional, atau independen)
Rekonstruksi
Semua rumpun bahasa Italik kecuali Latin (dan turunannya) telah menjadi bahasa mati; Latin masih digunakan sebagai bahasa liturgi Gereja Katolik Roma.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan