Sabtu, 26 September 2026
17:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Baharuddin Arrasuli

Baharuddin Arrasuli

ulama dan politikus Indonesia

Infobox orangBaharuddin Arrasuli
250px-Bahruddin_Rusli%2C_Riwayat_Hidup_Anggota-Anggota_Majelis_Permusyawaratan_Rakyat_Hasil_Pemilihan_Umum_1971%2C_p295.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran22 November 1914 Suntingan nilai di Wikidata
Candung Suntingan nilai di Wikidata
Kematian2002 Suntingan nilai di Wikidata (87/88 tahun)
Kegiatan
Pekerjaanulama,politikus Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahSulaiman ar-Rasuli Suntingan nilai di Wikidata

Buya H. Baharuddin Arrasuli (1914-2002), kadang ditulis Baharuddin Rusli, adalah ulama Minangkabau, tokoh Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan politikus Indonesia. Ia dikenal sebagai putra Syekh Sulaiman ar-Rasuli dan pengasuh pondok pesantren yang didirikan oleh ayahnya, Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang.

Riwayat hidup

Latar belakang dan pendidikan

Baharuddin lahir di Candung, Agam pada 22 November 1914 dari pasangan Syekh Sulaiman ar-Rasuli dan Hajah Shafiyah.[1] Ayahnya merupakan ulama besar Kaum Tuo Minangkabau yang mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Baharuddin belajar agama di beberapa surau seperti Canduang, Parabek, dan Jaho. Di Jaho, ia memperoleh ijazah MTI dari Syekh Muhammad Jamil Jaho pada 1933. Setelah mendapat ijazah, Baharuddin sempat merantau ke Makkah untuk memperdalam ilmu agama.[2]

Pada 1933, Baharuddin menjadi Sekretaris II PB Perpindo (Persatuan Pemuda Islam Indonesia) serta ikut aktif menentang Wilden Scholen Ordonantie. Pada 1944, Baharuddin menjadi Ketua Perpustakaan Perti di Bukittinggi sembari berkhidmat di MTI Candung. Pada 1945-1947 ia menjadi kepala MTI Batu Kambing. Ketika kesehatan Syekh Sulaiman mulai menurun, Buya Baharuddin ditetapkan menjadi pengasuh MTI Canduang pada 1965-1971.[2] Kepemimpinan MTI selanjutnya diserahkan kepada adiknya, Buya H. Syahruddin Arrasuli, mengingat ia harus pergi ke Jakarta karena terpilih sebagai anggota DPR.[3]

Selain menjadi guru di MTI, Buya Baharuddin mengajar bahasa Arab di Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol di Payakumbuh sejak 1967.[2]

Organisasi dan politik

Baharuddin sudah aktif di Perti sejak awal pendirian organisasi tersebut. Ketika masih menjadi murid MTI pada 1932, ia menggerakkan Persatuan Murid Tarbiyah Islamiyah (PMTI) dan Persatuan Pemuda Islam Indonesia (PERPINDO) untuk menentang Ordonansi Sekolah Liar yang diusung oleh pemerintah Hindia Belanda. Beberapa jabatan pernah dipegang Baharuddin, seperti sekretaris jenderal dan anggota dewan penasihat.[2]

Pada masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru, terjadi friksi di dalam tubuh Perti antara kubu Buya H. Rusli Abdul Wahid dan Buya H. Rusli Halil dengan kubu Buya H. Sirajuddin Abbas dan Buya H. Baharuddin ar-Rasuli. Kubu terakhir merapat ke Golkar dan dikenal dengan sebutan Tarbiyah. Pada Musyawarah Besar Tarbiyah di Bukittinggi tanggal 2-4 Juli 1970, Buya Baharuddin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Tarbiyah.[4] Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI dari fraksi Golkar pada 1971-1977.[5]

Catatan kaki

Rujukan

  1. ↑ Rusli 1978, hlm. 59-60.
  2. 1 2 3 4 Lembaga Pemilihan Umum 1972, hlm. 295.
  3. ↑ Musthapa, Miftahun (Februari 2015). "Buya Syahruddin ar-Rasuli". Justic.
  4. ↑ Koto 2012, hlm. 54-55.
  5. ↑ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/M Tahun 1971 tertanggal 13 Oktober 1971.

Daftar pustaka

  • Koto, Alaidin (2012). Persatuan Tarbiyah Islamiyah: Sejarah, Paham Keagamaan, dan Pemikiran Politik 1945-1970. Jakarta: Rajawali Pers. ISBN 978-602-425-230-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Lembaga Pemilihan Umum (1972). Riwayat Hidup Anggota-Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Hasil Pemilihan Umum 1971. Jakarta.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Rusli, Baharuddin (1978). Ayah Kita. Bukittinggi.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan