Rabu, 04 November 2026
12:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Badis bin Habbus

Badis bin Habbus

Bagikan:
Badis bin Habbus
Raja Granada dari Banu Ziri
250px-Dirham_badis_20656.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dirham Badis bin Habbus.
Raja Granada dari Banu Ziri
Berkuasa1038 – 1073
PendahuluHabbus al-Muzaffar
PenerusAbdallah bin Buluggin
Lahir1002
Tidak diketahui
Meninggal30 Juni 1073
Granada
AyahHabbus al-Muzaffar
Nama lengkap
Badis bin Habbus bin Maksen bin Menad as-Sanhaji
Bahasa Arabباديس بن حبوس
WangsaBanu Ziri
AgamaIslam

Badis bin Habbus (bahasa Arab:باديس بن حبوس) adalah raja Berber ketiga dari Thaifah Granada. Ia memerintah antara tahun 1038 dan 1073.[1]

Biografi

Seorang anggota dinasti Berber Ziri, Badis bin Habbus menggantikan takhta Thaifah Granada setelah kematian ayahnya, Habbus al-Muzaffar, meskipun ada konspirasi di pihak istana Granada yang mendukung sepupunya Yaddair bin Hubasa sebagai penerus Habbus. Namun, konspirasi itu gagal berkat wazir Habbus, seorang Yahudi, Samuel bin Naghrillah, yang memastikan bahwa Badis menggantikan Habbus, sehingga memperkuat posisinya sendiri di kerajaan.[2]

Pada tahun 1038, setelah konfrontasi dengan Zuhair, raja Thaifah Almería,[3] Badis bin Habbus menguasai wilayah Thaifah Almería dan tahun berikutnya berhasil mengekang ambisi ekspansionis raja Thaifah Sevilla, Abu al-Qasim, yang dikalahkannya dalam pertempuran di Écija,[4] bersekutu dengan Thaifah Málaga dan Badajoz.[5]

Pada tahun 1057, Badis bin Habbus memenangkan Thaifah Málaga, mencaplok kerajaan tersebut dan mengangkat putra sulungnya, Buluggin bin Badis, sebagai gubernurnya. Meskipun demikian, Buluggin bin Badis tidak akan menggantikan ayahnya sebagai kepala Thaifah Granada, karena ia meninggal pada tahun 1064 akibat keracunan. Kematian anak sulung tersebut menempatkan anak kedua Badis bin Habbus, Maksan bin Badis, sebagai pewaris takhta.

Setelah wafatnya wazir Joseph bin Nagrela, jabatan wazir raja diduduki oleh orang Arab Al-Naya. Setelah Al-Naya dibunuh oleh Abu-l-Rabbi, seorang Mozárab, Abu-l-Rabbi berhasil membujuk Badis bin Habbus untuk mengangkat cucunya Abdallah bin Buluggin sebagai penggantinya, dan bukan putranya Maksan, yang telah kehilangan Jaén di tangan Thaifah Sevilla, dan menjadi pengungsi di Thaifah Toledo. Abdallah bin Buluggin akhirnya menggantikan Badis ketika ia meninggal pada tahun 1073.[6]

Referensi

  1. ↑ Aparicio, Javier Iglesia (2019-07-08). "Badis ben Habbús, rey de la taifa de Granada". Historia del Condado de Castilla (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 2021-07-09.
  2. ↑ Stillman, Norman A. The Jews of Arab Lands: A History and Source Book, The Jewish Publication Society of America,1979. 56
  3. ↑ Ramirez del Rio, Jose (2018). "Zuhayr al-'Amirí | Real Academia de la Historia". dbe.rah.es. Diakses tanggal 2022-12-08.
  4. ↑ biography Diarsipkan 14 Desember 2011 di Wayback Machine
  5. ↑ Encyclopædia Britannica Retrieved 17 September 2011
  6. ↑ Bosworth 2004, hlm. 17

Sumber

Didahului oleh:
Habbus al-Muzaffar
Raja Granada
Dinasti Ziri

1038–1073
Diteruskan oleh:
Abdallah bin Buluggin
Didahului oleh:
Yahya III al-Mahdi
Raja Málaga
Dinasti Ziri

1057–1073
Diteruskan oleh:
Tamim bin Buluggin
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan