Rabu, 30 September 2026
01:16 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Backmasking

Backmasking

teknik perekaman

Bagikan:
250px-Reel-to-reel_recorder_tc-630.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Backmasking adalah teknik dalam proses perekaman di mana suara dan pesan yang terdapat di dalam sebuah rekaman akan diputar secara terbalik. Backmasking merupakan suatu cara yang dibuat dengan maksud untuk memastikan apakah ditemukan sebuah pesan di dalam sebuah rekaman yang mengalami pembalikan secara fonetis yang barangkali merupakan hal yang tidak disengaja. Backmasking mulai dikenal karena band The Beatles yang pernah menggunakan alat penggubahan musik secara terbalik di dalam album berjudul Revolver tahun 1966. Sejak dulu, banyak seniman dari berbagai belahan dunia yang telah pernah menggunakan backmasking untuk menghasilkan hal-hal yang bersifat sindiran.

Backmasking adalah teknik dalam proses perekaman di mana suara dan pesan yang terdapat di dalam sebuah rekaman akan diputar secara terbalik. Backmasking merupakan suatu cara yang dibuat dengan maksud untuk memastikan apakah ditemukan sebuah pesan di dalam sebuah rekaman yang mengalami pembalikan secara fonetis yang barangkali merupakan hal yang tidak disengaja.

Backmasking mulai dikenal karena band The Beatles yang pernah menggunakan alat penggubahan musik secara terbalik di dalam album berjudul Revolver tahun 1966.[1] Sejak dulu, banyak seniman dari berbagai belahan dunia yang telah pernah menggunakan backmasking untuk menghasilkan hal-hal yang bersifat sindiran, lawakan dan memiliki unsur berseni yang bisa dipraktikkan baik melalui rekaman digital atau rekaman analog. Cara seperti ini juga sudah pernah dipakai untuk mengaburkan kejelasan suatu kata dan sesuatu yang diucapkan supaya bisa dirilis dalam bentuk yang tergolong jauh dari lagu-lagu yang memiliki kata-kata kotor.

Backmasking telah pernah menjadi pokok pembicaraan yang sering diperdebatkan di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an hingga 1980-an yaitu saat munculnya suatu tudingan yang dilontarkan kelompok-kelompok Kristen terhadap musisi-musisi rock terkemuka bahwa backmasking dibuat dengan tujuan satanik hingga menyebabkan banyak orang yang berunjuk rasa untuk mengadakan pembakaran rekaman-rekaman lagu lalu mengusulkan pembuatan undang-undang mengenai pencegahan backmasking dari pemerintah-pemerintah federal dan semua pemerintah yang memiliki kendali mutlak atas negara bagiannya masing-masing di Amerika Serikat.

Referensi

  1. ↑ Sullivan, Mark (Oktober 1987). "'More Popular Than Jesus': The Beatles and the Religious Far Right". Popular Music. 6 (3): 313–326. doi:10.1017/S0261143000002348.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Perusahaan dan
organisasi besar
Representatif
Penerbit
musik
Label rekaman
Pengecer
Musik live
Genre populer
besar
Sektor
dan peran
Produksi
Format
perilisan
Pertunjukan live
Tangga musik
Penerbitan
Televisi
Saluran
Seri
Pencapaian
Lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan