Jumat, 30 Oktober 2026
08:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Babirusa buru

Babirusa buru

Bagikan:
Babirusa buru
250px-%D0%91%D0%B0%D0%B1%D0%B8%D1%80%D1%83%D1%81%D1%81%D0%B0_Babyrousa_babyrussa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Suidae
Genus: Babyrousa
Spesies:
B. babyrussa[2]
Nama binomial
Babyrousa babyrussa[2]
250px-Babyrousa_babyrussa_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah sebaran (berwarna cokelat)
Sinonim

Sus babyrussa Linnaeus, 1758

Babirusa buru (Babyrousa babyrussa), juga disebut sebagai babirusa tualangio, babirusa maluku, babirusa emas, atau babirusa berambut adalah mamalia unik yang merupakan hewan asli Pulau Buru, Mangole dan Taliabu di Kepulauan Maluku, Indonesia.[3] Babirusa jenis lain dapat ditemukan di daratan Sulawesi (B. celebensis) dan di Kepulauan Togean (B. togeanesis).[4][5]

Karakteristik

Babirusa buru memiliki rambut yang lebih tebal dan panjang daripada spesies kerabatnya, serta dengan jumbai ekor yang jelas. Taring di rahang atas hewan jantan pendek dan ramping, bersilangan dengan taring rahang bawah di sisi mulut.[4] Tidak banyak yang diketahui mengenai habitat dan ekologi babirusa buru, tetapi agaknya cara hidupnya serupa dengan kerabatnya, babirusa sulawesi (B. celebensis).[3]

Populasi dan konservasi

Sementara ahli menduga bahwa babirusa buru berasal dari daratan Sulawesi, yang kemudian menyebar ke pulau-pulau yang menjadi habitatnya sekarang. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usulnya ini.[4]

Status populasi babirusa buru sekarang belum lagi diketahui dengan jelas. Hutan-hutan habitatnya di Pulau Buru relatif stabil dan kurang terancam, akan tetapi pembalakan hutan komersial masih terus terjadi di P. Taliabu. Di samping berkurangnya habitat, karena pembalakan dan karena perladangan berpindah, perburuan terhadap babirusa buru untuk dimakan dagingnya juga masih terus berlangsung.[3]

Babirusa buru dilindungi oleh Undang-undang RI (semenjak Dierenbescherming Ordonnantie 1931), dinyatakan berstatus Rentan menurut IUCN, dan dimasukkan ke dalam Apendiks I CITES. Tiga usulan kawasan suaka alam di Kepulauan Sula dan Buru, yakni Gunung Kelpat Muda (1380 km²), Waeapo (50 km²), dan Pulau Taliabu (700 km²) diharapkan akan dapat melindungi dan melestarikan jenis ini pada masa depan.[3]

Referensi

  1. 1 2 Macdonald, A.A.; Burton, J. & Leus, K. (2008). "Babyrousa babyrussa". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2008 e.T2461A9441445. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T2461A9441445.en. Diakses tanggal 16 Januari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Grubb, Peter (16 November 2005). "Species Babyrousa babyrussa". Dalam Wilson, Don E., and Reeder, DeeAnn M., eds (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3rd). Baltimore: Johns Hopkins University Press, 2 vols. (2142 pp.). hlm. 637. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494. {{cite book}}: |editor= memiliki nama generik; |ref=harv tidak validPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 "Babyrousa babyrussa". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 15 November 2008.{{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Listed as Vulnerable B1ab(iii).
  4. 1 2 3 Meijaard, E. & C. Groves. 2002. Upgrading three subspecies of babirusa (Babyrousa sp.) to full species level. Asian Wild Pigs News 2(2): 33-9[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Supriatna, J. 2008. Melestarikan alam Indonesia: 29. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Pranala luar

Anggota Suina yang masih hidup
Berikut ini adalah genus dan spesies dalam kelompok Suina
Suidae
Babyrousa
Hylochoerus
Phacochoerus
Porcula
Potamochoerus
Sus
Babi celeng (S. scrofa)
Tayassuidae
Tayassu
Catagonus
Dicotyles
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan