Jumat, 16 Oktober 2026
17:44 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Babirusa buru

Babirusa buru

Bagikan:
Babirusa buru
250px-%D0%91%D0%B0%D0%B1%D0%B8%D1%80%D1%83%D1%81%D1%81%D0%B0_Babyrousa_babyrussa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Suidae
Genus: Babyrousa
Spesies:
B. babyrussa[2]
Nama binomial
Babyrousa babyrussa[2]
250px-Babyrousa_babyrussa_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah sebaran (berwarna cokelat)
Sinonim

Sus babyrussa Linnaeus, 1758

Babirusa buru (Babyrousa babyrussa), juga disebut sebagai babirusa tualangio, babirusa maluku, babirusa emas, atau babirusa berambut adalah mamalia unik yang merupakan hewan asli Pulau Buru, Mangole dan Taliabu di Kepulauan Maluku, Indonesia.[3] Babirusa jenis lain dapat ditemukan di daratan Sulawesi (B. celebensis) dan di Kepulauan Togean (B. togeanesis).[4][5]

Karakteristik

Babirusa buru memiliki rambut yang lebih tebal dan panjang daripada spesies kerabatnya, serta dengan jumbai ekor yang jelas. Taring di rahang atas hewan jantan pendek dan ramping, bersilangan dengan taring rahang bawah di sisi mulut.[4] Tidak banyak yang diketahui mengenai habitat dan ekologi babirusa buru, tetapi agaknya cara hidupnya serupa dengan kerabatnya, babirusa sulawesi (B. celebensis).[3]

Populasi dan konservasi

Sementara ahli menduga bahwa babirusa buru berasal dari daratan Sulawesi, yang kemudian menyebar ke pulau-pulau yang menjadi habitatnya sekarang. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usulnya ini.[4]

Status populasi babirusa buru sekarang belum lagi diketahui dengan jelas. Hutan-hutan habitatnya di Pulau Buru relatif stabil dan kurang terancam, akan tetapi pembalakan hutan komersial masih terus terjadi di P. Taliabu. Di samping berkurangnya habitat, karena pembalakan dan karena perladangan berpindah, perburuan terhadap babirusa buru untuk dimakan dagingnya juga masih terus berlangsung.[3]

Babirusa buru dilindungi oleh Undang-undang RI (semenjak Dierenbescherming Ordonnantie 1931), dinyatakan berstatus Rentan menurut IUCN, dan dimasukkan ke dalam Apendiks I CITES. Tiga usulan kawasan suaka alam di Kepulauan Sula dan Buru, yakni Gunung Kelpat Muda (1380 km²), Waeapo (50 km²), dan Pulau Taliabu (700 km²) diharapkan akan dapat melindungi dan melestarikan jenis ini pada masa depan.[3]

Referensi

  1. 1 2 Macdonald, A.A.; Burton, J. & Leus, K. (2008). "Babyrousa babyrussa". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2008 e.T2461A9441445. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T2461A9441445.en. Diakses tanggal 16 Januari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Grubb, Peter (16 November 2005). "Species Babyrousa babyrussa". Dalam Wilson, Don E., and Reeder, DeeAnn M., eds (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3rd). Baltimore: Johns Hopkins University Press, 2 vols. (2142 pp.). hlm. 637. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494. {{cite book}}: |editor= memiliki nama generik; |ref=harv tidak validPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 "Babyrousa babyrussa". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 15 November 2008.{{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Listed as Vulnerable B1ab(iii).
  4. 1 2 3 Meijaard, E. & C. Groves. 2002. Upgrading three subspecies of babirusa (Babyrousa sp.) to full species level. Asian Wild Pigs News 2(2): 33-9[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Supriatna, J. 2008. Melestarikan alam Indonesia: 29. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Pranala luar

Anggota Suina yang masih hidup
Berikut ini adalah genus dan spesies dalam kelompok Suina
Suidae
Babyrousa
Hylochoerus
Phacochoerus
Porcula
Potamochoerus
Sus
Babi celeng (S. scrofa)
Tayassuidae
Tayassu
Catagonus
Dicotyles
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan