Minggu, 04 Oktober 2026
05:18 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Bab Kisan

Bab Kisan

Bagikan:
250px-Damascus-Bab_Kisan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bab Kisan

Bab Kisan (Arab: بَابُ كِيسَانَ, alih aksara: Bāb Kīsān, artinya "Gerbang Kisan") adalah salah satu dari tujuh gerbang kota kuno Damaskus, Suriah. Gerbang ini, yang sekarang terletak di bagian tenggara Kota Tua, dinamai untuk mengenang seorang budak yang menjadi terkenal selama penaklukan oleh Khilafah Muawiyah. Tembok ini dibangun pada zaman Romawi dan didedikasikan untuk Saturnus. Bab Kisan mungkin merupakan jalur pelarian Santo Paulus.[1]

Menurut Alkitab, Paulus menetap di Damaskus setelah mengaku ("Kisah Para Rasul 9:1-9")[2] telah menyaksikan penglihatan di mana Yesus berada di jalan menuju kota itu. Setelah tinggal selama tiga tahun di Damaskus, ia pergi untuk tinggal di Kerajaan Nabath (yang ia sebut "Arabia") untuk jangka waktu yang tidak diketahui, kemudian kembali ke Damaskus, yang pada saat itu berada di bawah kekuasaan Nabatea. Setelah tiga tahun lagi (Gal. 1:17;20),[3][4] ia terpaksa melarikan diri dari kota di bawah kegelapan malam (Kis. 9:23;25;[5][6] 2 Kor. 11:32[7] dst.) setelah reaksi keras dari orang-orang Yahudi yang menentang ajarannya. Ia diturunkan dari jendela di dinding, ke dalam keranjang, dan dengan bantuan murid-muridnya, ia melarikan diri di malam hari menuju Yerusalem. Paulus menceritakan dalam Alkitab bahwa melalui jendela itulah ia lolos dari kematian yang pasti (2 Kor. 11:32-33[8]). Konon, jendela itu adalah jendela yang ada di Kapel Santo Paulus.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan