Sabtu, 31 Oktober 2026
15:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ayam kebiri

Ayam kebiri

Unggas

Bagikan:
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan pembersihan diberikan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Ayam kebiri[1] atau ayam kapon adalah ayam jantan yang telah dikebiri, baik secara fisik maupun kimiawi, untuk meningkatkan kualitas dagingnya untuk makanan dan di beberapa negara seperti Spanyol, pembudidayaan ayam kebiri digemukkan dengan cara dipaksa makan.

250px-Chapons_au_march%C3%A9_de_Louhans.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ayam kebiri di pasar tradisional Prancis

Sejarah

Asal-usul ayam kebiri sangatlah diperdebatkan. Ayam kebiri dikenal di Tiongkok kuno serta di Yunani kuno dan Romawi kuno.[2]

Catatan awal tentang pengebirian ayam ditemukan pada masa Romawi : Lex Faunia pada tahun 162 SM melarang penggemukan ayam untuk menghemat jatah biji-bijian, jadi orang Romawi malah mengebiri ayam jantan, yang menghasilkan ukuran dua kali lipat.[3] Pengebirian ayam juga dipraktikkan kemudian sepanjang abad pertengahan, dengan naskah tentang gastronomi yang menggambarkan ayam kebiri sebagai unggas yang disukai karena umumnnya unggas di peternakan dianggap sebagai sumber uang petani.[3]

Prancis terkenal secara internasional karena mempertahankan tradisi pengebirian ayam yang kuat dengan industri yang tersebar luas dan mapan di seluruh negeri.[2]

William Shakespeare menyebut ayam kebiri dalam monolog terkenal "Panggung dunia" dari lakonnya As You Like It (ditulis c.1600). Dia juga menggambarkan ayam kebiri sebagai makanan orang kaya. Monolog tersebut menggambarkan kehidupan manusia terdiri dari tujuh tahap, dan tahap kelima adalah seorang pria paruh baya yang telah mencapai titik di mana dia memperoleh kebijaksanaan dan kekayaan. Monolog menggambarkan tahap kelima sebagai: "The Justice, In fair round belly, with a good capon lin'd". Selain itu karakternya Sir John Falstaff digambarkan sebagai atau tersirat menyukai ayam kebiri.

Dampak pengebirian ayam

Pengebirian ayam adalah proses mengubah ayam jantan menjadi ayam kebiri. Pengebirian ayam dapat dilakukan dengan pembedahan untuk mengangkat testis unggas, atau dapat juga dilakukan melalui penggunaan implan estrogen. Dengan kedua metode tersebut, hormon seks jantan yang biasanya ada tidak lagi efektif. Pengebirian ayam harus dilakukan sebelum ayam jantan dewasa agar berkembang tanpa pengaruh hormon kelamin jantan.

Ayam kebiri, yang karena kurangnya dorongan seks jantan, membuatnya tidak seagresif dengan ayam jantan normal. Hal ini yang membuat ayam kebiri lebih mudah untuk ditangani dan memungkinkan ayam kebiri disimpan bersama dengan ayam kebiri lain karena berkurangnya agresi mereka mencegah mereka berkelahi.

Kurangnya hormon seks mengakibatkan rasa daging menjadi kurang enak. Daging ayam kebiri juga lebih lembap, empuk dan beraroma dibandingkan dengan ayam jantan atau ayam betina, yang tidak hanya disebabkan oleh perbedaan hormonal selama perkembangan ayam kebiri tetapi juga karena ayam kebiri tidak seaktif ayam jantan, yang membuat dagingnya lebih empuk dan berlemak.[4]

Ayam kebiri mengembangkan kepala, jengger , dan pial yang lebih kecil daripada ayam jantan biasa.

Ayam kebiri cukup langka dalam produksi industri daging. Ayam yang dipelihara untuk diambil dagingnya dibiakkan dan dipelihara agar cepat matang. Ayam industri dapat dikirim ke pasar hanya dalam waktu lima minggu. Ayam kebiri yang diproduksi dalam kondisi ini akan terasa sangat mirip dengan daging ayam konvensional, sehingga produksinya tidak diperlukan.

Referensi

  1. ↑ "Kamus Tata Boga" (PDF). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. 2019. hlm. 7. Diakses tanggal 14 Desember 2025. ayam kebiri: n ayam pejantan yang dikebiri, dagingnya lebih lembut, tebal, dan kaya rasa (capon)
  2. 1 2 Rob. R. Slocum; United States. Dept. of Agriculture (1911-05-22). "Historical Sketch". Farmers' Bulletin. Capons and Caponizing. Vol. 452. Animal Husbandman in Poultry Investigations, Bureau of Animal Industry. University of Minnesota: U.S. Government Printing Office. hlm. 5.
  3. 1 2 Maguelonne Toussaint-Samat (2009). "The History of Poultry". The History of Food. Diterjemahkan oleh Anthea Bell (Edisi revised). John Wiley & Sons. hlm. 305–15. ISBN 978-1444-30514-2.
  4. ↑ Mrs A Basley (1910). Western poultry book. Mrs. A. Basley. hlm. 112–15.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan