Minggu, 01 November 2026
21:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Awan Magellan

Awan Magellan

galaksi

Bagikan:
250px-Magellanic_Clouds_%E2%80%95_Irregular_Dwarf_Galaxies.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil.
250px-Red_alert.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antena ALMA bermandikan cahaya merah. Di belakangnya terdapat Galaksi Bima Sakti (kiri) dan Awan Magellan (atas).[1]

Dua Awan Magellan (Inggris: Magellanic Cloud atau Nubeculae Magellani[2]) adalah Galaksi katai tak beraturan yang dapat terlihat dari belahan bumi selatan, yang mana galaksi ini termasuk anggota Grup Lokal dan mungkin mengorbit Galaksi Bima Sakti kita. Karena mereka berdua menunjukkan tanda-tanda struktur batang, mereka sering diklasifikasikan sebagai galaksi spiral Magellan. Awan Magellan terbagi dua, yaitu:

Sejarah

Awan Magellan telah dikenal sejak milenium pertama di Asia Barat. Penyebutan pertama Awan Magellan Besar dipatenkan oleh Astronom Persia, Al Sufi.[3][4] Tahun 964, Al Sufi, dalam bukunya yang berjudul Book of Fixed Stars, menyebut Awan Magellan Besar dengan sebutan al-Bakr ("Domba") "selatan Arab"; ia mengatakan bahwa Awan Magellan Besar tidak dapat terlihat dari utara Arab dan Baghdad, tetapi dapat terlihat dari Bab-el-Mandeb (12°15' N), yang mana merupakan wilayah paling selatan dari Arab.[2]

Di Eropa, Awan Magellan pertama kali diobservasi oleh penjelajah Italia, Peter Martyr d'Anghiera dan Andrea Corsali di akhir abad ke-15. Selanjutnya, galaksi ini dilaporkan oleh Antonio Pigafetta, yang mendampingi ekspedisi Ferdinand Magellan mengelilingi dunia pada 1519-1522.[2] Namun, penamaan Awan Magellan tidak begitu meluas sampai waktu yang lama. Dalam Uranometria Bayer mereka ditetapkan sebagai nubecula major dan nubecula minor.[5] Pada tahun 1756, peta bintang kepunyaan Astronom Prancis, Lacaille, Awan Magelan ditulis le Grand Nuage dan le Petit Nuage ("Awan Magelan Besar" dan "Awan Magelan Kecil").[6]

Di Sri Lanka kuno, awan ini disebut sebagai 'Maha Mera Paruwathaya' yang berarti "Gunung Besar", karena terlihat sebagai pegunungan yang jauh.

Karakteristik

250px-Large.mc.arp.750pix.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Awan Magellan Besar
250px-VISTA%E2%80%99s_view_of_the_Small_Magellanic_Cloud.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Awan Magellan Kecil

Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil adalah objek mencolok di belahan bumi bagian selatan, yang terlihat seperti potongan Galaksi Bima Sakti dengan mata telanjang. Berada kira-kira 21° di langit malam, jarak mereka berdua sangat jauh, yaitu sekitar 75.000 tahun cahaya. Sebelum penemuan Galaksi Katai Elips Sagittarius pada tahun 1994, mereka adalah galaksi terdekat dengan kita. Awan Magellan Besar terletak sekitar 160.000 tahun cahaya dari Galaksi Bima Sakti,[7][8][9][10] sedangkan Awan Magellan Kecil terletak sejauh 200.000 tahun cahaya.[11] Awan Magellan Besar berdiameter kira-kira dua kali diameter Awan Magellan Kecil (14.000 tahun cahaya dan 7.000 tahun cahaya). Untuk perbandingan, Galaksi Bima Sakti berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya.

Para astronom percaya bahwa Awan Magellan mengorbit Galaksi Bima Sakti dalam jarak mereka, tetapi bukti menunjukkan bahwa sangat jarang bagi mereka untuk mendekat dengan Bima Sakti seperti sekarang ini.[12] Pengamatan dan bukti teoretis menunjukkan bahwa kedua Awan Magellan telah terdistorsi akibat interaksi pasang surut dengan Bima Sakti saat mereka melakukan perjalanan mendekati Bima Sakti. Gravitasi mereka juga telah mengganggu Bima Sakti, mendistorsi bagian terluar piringan galaksi kita.

Awan Magellan Besar adalah galaksi tuan rumah dari supernova (SN 1987A), supernova paling terang yang diketahui dalam empat abad terakhir.

Diumumkan tahun 2006, pengukuran dengan Teleskop Luar Angkasa Hubble menunjukkan kedua Awan Magellan tersebut mungkin bergerak terlalu cepat untuk menjadi tetangga jangka panjang Bima Sakti.[13]

Awan Magellan Mini

Astrofisikawan D. S. Mathewson, V. L. Ford, dan N. Visvanathan mengusulkan bahwa Awan Magellan Kecil mungkin terbagi dua, dengan bagian kecilnya berada di belakang bagian utama Awan Magellan Kecil (yang terlihat dari sudut pandang kita), dan dipisahkan sejauh 30.000 tahun cahaya. Mereka menyarankan alasan ini karena interaksi yang dahulunya membelah Awan Magellan Besar dengan Awan Magellan Kecil, dan kedua bagian tersebut masih saling memisahkan diri. Mereka menjuluki bagian yang lebih kecil ini dengan nama Awan Magellan Mini.[14][15]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Media Advisory: Virtual Press Conference to Mark ALMA Inauguration". ESO. Diakses tanggal 3 April 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Allen, R. H., (1963). Star Names: Their Lore and Meaning (Edisi rep.). New York, NY: Dover Publications Inc.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link), pp. 294-295.
  3. ↑ "Observatoire de Paris (Abd-al-Rahman Al Sufi)". Diakses tanggal 22 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Observatoire de Paris (LMC)". Diakses tanggal 22 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Bayer, J., (1661) Uranometria, pl. Aaa (49) Diarsipkan 2011-07-22 di Wayback Machine U.S. Naval Observatory; retrieved on 2009-09-05
  6. ↑ de Lacaille, N. L., (1756) Planisphere contenant les Constellations Celestes, Memoires Academie Royale des Sciences pour 1752. Diarsipkan 2009-05-09 di Wayback Machine Linda Hall Library; retrieved on 2009-09-05
  7. ↑ "A Cosmic Zoo in the Large Magellanic Cloud". European Southern Observatory. 1 Juni 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-07. Diakses tanggal 29 Agustus 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Macri, L. M. (2006). "A New Cepheid Distance to the Maser-Host Galaxy NGC 4258 and Its Implications for the Hubble Constant". The Astrophysical Journal. 652 (2): 1133–1149. arXiv:astro-ph/0608211. Bibcode:2006ApJ...652.1133M. doi:10.1086/508530.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  9. ↑ Freedman, Wendy L.; Madore, Barry F. "The Hubble Constant", Annual Review of Astronomy and Astrophysics, 2010
  10. ↑ Majaess, Daniel J.; Turner, David G.; Lane, David J.; Henden, Arne; Krajci, Tom "Anchoring the Universal Distance Scale via a Wesenheit Template", JAAVSO, 2010
  11. ↑ "Little Galaxy Explored". Jet Propulsion Laboratory, California Institute of Technology. 01.05.10. Diakses tanggal 29 August 2010.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  12. ↑ Ferris, Timothy (Desember 2011). "Dancing in the Dark". National Geographic. 220 (6): 118. Diakses tanggal 21 November 2011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Magellanic Clouds May Be Just Passing Through, January 9, 2007
  14. ↑ http://adsabs.harvard.edu/full/1986ApJ...301..664M Astrophysical Journal, Part 1, vol. 301, Feb. 15, 1986, p. 664-674.
  15. ↑ http://iopscience.iop.org/1538-3881/122/1/220/200523.text.html The Astronomical Journal 122:220-231 July 2001

Sumber

  • Eric Chaisson and Steve McMillan, Astronomy Today (Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc., 1993), p. 550.
  • Michael Zeilik, Conceptual Astronomy (New York: John Wiley & Sons, Inc., 1993), pp. 357–8.

Pranala luar

Lokasi
Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta
Setiap panah (→) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".
Galaksi Bima Sakti
Galaksi Bima Sakti
Inti galaksi
Lengan spiral
Galaksi satelit
Awan Magellan
Sferoid Sagittarius
Katai
Lainnya
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan