Senin, 28 September 2026
06:54 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Avikultur

Avikultur

250px-Budgerigars_and_Cockatiel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betet rumput dan kenari dalam penangkaran

Avikultur adalah sebuah praktik memelihara dan menternaki burung, terkhususnya burung liar di penangkaran[1] dalam kondisi terkontrol, umumnya dalam sangkar atau aviari.

Terdapat beberapa alasan untuk mempraktekkan avikultur, seperti hobi, bisnis (seperti kebun binatang), atau terkadang untuk alasan konservasi dan penelitian dalam rangka melindungi beberapa spesies burung terancam punah yang terancam oleh kerusakan habitat, perdagangan satwa liar ilegal, penyakit, dan bencana alam. Avikultur mendorong konservasi, memberi edukasi mengenai spesies-spesies burung, menyediakan burung teman bagi publik, dan mencakup penelitian mengenai perilaku burung, Burung-burung yang populer terlibat dalam avikultur mencakup betet rumput, betet alap-alap, ketilang, makaw, kenari domestik, columbidae (merpati dan kerabatnya), perkici, kakatua dan nuri abu-abu afrika.

Referensi

  1. ↑ Simpson, C. S. (November 1894). "Aviculturist". The Avicultural Magazine. 1 (1): 2. Diakses tanggal 22 Maret 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan