Senin, 21 September 2026
06:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Autotisis

Autotisis

250px-Camponotus_saundersi_casent0179025_profile_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen Camponotus saundersi

Autotisis (dari bahasa Yunani autos- αὐτός "diri" dan thysia θυσία "pengorbanan") adalah suatu proses ketika seekor hewan menghancurkan dirinya sendiri lewat proses peledakan organ internal yang memecah kulit. Istilah ini dicetuskan oleh Ulrich Maschwitz dan Eleonore Maschwitz pada tahun 1974 untuk mendeskripsikan mekansime pertahanan salah satu spesies semut yang bernama Camponotus saundersi.[1][2] Autotisis dipicu oleh kontraksi otot di sekitar kelenjar besar yang mengakibatkan pecahnya dinding kelenjar. Beberapa rayap (seperti rayap Globitermes sulphureus) mengeluarkan cairan lengket dengan memecahkan kelenjar di dekat kulit leher mereka, sehingga menghasilkan semacam getah sebagai pertahanan dari semut.[2]

Catatan kaki

  1. Maschwitz, Ulrich; Maschwitz, Eleonore (1974). "Platzende Arbeiterinnen: Eine neue Art der Feindabwehr bei sozialen Hautflüglern". Oecologia Berlin (dalam bahasa German). 14 (3): 289–294. doi:10.1007/BF01039798.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 Bordereau, Christian; Robert, Annie R.; Van Tuyen, V.; Peppuy, Alexis (1997). "Suicidal defensive behavior by frontal gland dehiscence in Globitermes sulphureus Haviland soldiers (Isoptera)". Insectes Sociaux. 44 (3): 289–297. doi:10.1007/s000400050049. ISSN 0020-1812. OCLC 5648298235.
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan