Minggu, 01 November 2026
14:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Australasian Plant Pathology

Bagikan:
Australasian Plant Pathology  
Nama sebelumnyaAPPS Newsletter, A.P.P. Australasian Plant Pathology
Singkatan (ISO)Australas. Plant Pathol.
Disiplin ilmuPatologi tumbuhan
BahasaInggris
Disunting olehPhilip O'Brien
Detail publikasi
PenerbitSpringer Science+Business Media
Sejarah penerbitan1972–sekarang
FrekuensiDua bulanan
Faktor dampak1.599 (2020)
Pengindeksan
ISSN0815-3191 (print)
1448-6032 (web)
CODENAAPPDN
OCLC06072212
Pranala

Australasian Plant Pathology adalah sebuah jurnal internasional berpenelaah sejawat yang menerbitkan penelitian asli dan tinjauan kritis mengenai fitopatologi di wilayah Australasia. Jurnal ini diterbitkan oleh Springer Science+Business Media melalui kerja sama dengan Australasian Plant Pathology Society.

Jurnal ini dimulai pada tahun 1972 dengan nama APPS Newsletter. Pada tahun 1978, namanya diubah menjadi A.P.P. Australasian Plant Pathology, dan pada tahun 1984 mulai menggunakan namanya yang sekarang. Hingga awal tahun 2025, jurnal ini telah mencapai 54 volume dengan frekuensi enam isu per tahun. Menurut Journal Citation Reports, jurnal ini memiliki faktor dampak tahun 2020 sebesar 1.599.[1]

Referensi

  1. ↑ "Australasian Plant Pathology". 2020 Journal Citation Reports. Web of Science (Edisi Science). Thomson Reuters. 2021.

Pranala luar

40px-Australia_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik jurnal akademik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan