Rabu, 23 September 2026
23:40 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Attis

Attis

250px-Statue_of_a_reclining_Attis_at_the_Shrine_of_Attis_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Attis di Kuil Attis yang terletak di Kampus Magna Mater di Ostia Antica.[1]

Attis (bahasa Yunani Kuno: [Ἄττις or Ἄττης] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah pasangan dari Kibele dalam mitologi Yunani dan Frigia.[2] Pendetanya adalah para kasim Galli, seperti yang dijelaskan dalam mitos asal-usul yang terkait dengan Attis dan kastrasi. Attis juga merupakan dewa tumbuh-tumbuhan, dan kisah mutilasi diri, kematian, dan kebangkitannya melambangkan buah di Bumi, yang mati saat musim dingin tetapi akan bangkit lagi pada musim semi.[3]

Identifikasi nama Atys dalam karya Herodotus sebagai putra dari Crossus, yaitu sebagai "Atys dewa matahari, yang dibunuh oleh taring musim dingin babi hutan,"[4] merupakan suatu kesalahan.[5]

Kultus Attis dimulai pada tahun 1250 SM di Dindymon. Awalnya, ia merupakan salah satu dewa di Frigia. Namun, pada akhir abad ke-4, kultus Attis menyebar di Yunani.

Catatan kaki

  1. Regio IV - Regio I - Santuario di Attis (IV,I,3)
  2. an N. Bremmer, "Attis: A Greek God in Anatolian Pessinous and Catullan Rome" Mnemosyne, Fourth Series, 57.5, (2004:534-573).
  3. "Attis (Phrygian deity)," Britannica Online Encyclopedia
  4. A.H. Sayce, The Ancient Empires of the East: Herodotos I-III 1883:21f.
  5. Bremmer 2004, hal. 536-39.

Pranala luar

Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Attis.
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan