Sabtu, 26 September 2026
08:15 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Atribusi

Atribusi adalah bagaimana kita membuat keputusan tentang seseorang. misalnya seseorang itu baik atau buruk, maka kita akan membuat sebuah atribusi (penilaian) ketika kita merasa dan mendeskripsikan perilaku seseorang dan mencoba menggali pengetahuan mengapa mereka berperilaku seperti itu.[1] Teori atribusi ini sudah sejak lama disusun oleh para ahli Psikologi Sosial seperti Heider; Jones & Davis; serta Kelley sejak tahun 1950-an melalui berbagai macam eksperimen sosial.[2]

Types of attributions

External

External attribution, also called situational attribution, refers to interpreting someone's behavior as being caused by the individual's environment.[3][4] For example, if one's car tire is punctured, it may be attributed to a hole in the road; by making attributions to the poor condition of the highway, one can make sense of the event without any discomfort that it may in reality have been the result of their own bad driving.[5] Individuals are more likely to associate unfortunate events with external factors than with internal factors.[6]

Example: A child attributes his feelings to the weather outside his house; he feels sad because it is raining outside.

Internal

Internal attribution, or dispositional attribution, refers to the process of assigning the cause of behavior to some internal characteristic, likeability and motivation, rather than to outside forces.[7] This concept has overlap with the Locus of control, in which individuals feel they are personally responsible for everything that happens to them.

Example: A child attributes the weather to his feelings; it is raining outside his house because he is feeling sad.


Kelebihan dan kekurangan teori atribusi

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari teori atribusi:

Kelebihan

  • Teori atribusi memberikan kemampuan dalam membuat suatu prediksi guna membantu kita mengatasi semua halangan dan rintangan yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
  • Teori atribusi sangat efisien dalam memprediksi suatu perilaku ketika proses identifikasi penyebabnya dilakukan secara benar.[3]

Kekurangan

  • Kesimpulan yang tidak tepat dapat mengakibatkan penilaian yang salah.
  • Prediksi yang dibuat dapat menimbulkan pengharapan adanya perilaku tertentu baik dari diri sendiri ataupun orang lain yang bisa saja tidak akan menjadi kenyataan.
  • Dalam praktik teori atribusi, berbagai penyebab lain mungkin akan diabaikan.
  • Dalam teori atribusi, kesimpulan yang dibuat oleh seseorang kemungkinan besar menjadi bias karena cenderung melestarikan citra dirinya.[3]

Referensi

  1. ↑ "Attribution Can Be Prone to Biases When Explaining Behavior of Others". Verywell Mind (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-06.
  2. ↑ "Penasaran dengan Alasan di Balik Perilaku Seseorang? Yuk Intip Apa Itu Atribusi!". PSIKOLOGI UNNES (dalam bahasa American English). 2020-12-04. Diakses tanggal 2021-12-06.
  3. 1 2 3 Ambar (2017-10-05). "Teori Atribusi - Pengertian - Jenis - Penerapan". PakarKomunikasi.com. Diakses tanggal 2021-12-06.
  4. ↑ Kelley, Harold H. (1973). "The processes of causal attribution". American Psychologist. 28 (2): 107–128. doi:10.1037/h0034225. ISSN 0003-066X.
  5. ↑ Heider. F (1958). The psychology of interpersonal relations. New York: Wiley. ISBN 9780898592825.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  6. ↑ Hyland, Ruth; Cooper, Merri-Ann (Juni 1976). "Internal-External Control and Attribution of Responsibility for a Positive Accident". Journal of Social Psychology. 99 (1): 147. doi:10.1080/00224545.1976.9924760.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Myers, David G. (2010). Social psychology (Edisi 10th). New York, NY. hlm. 104. ISBN 978-0-07-337066-8. OCLC 667213323.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan