Rabu, 21 Oktober 2026
06:45 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Atresia esofagus

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Desember 2022)
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.

Atresia esofagus atau dikenal juga dengan nama Esophageal atresia adalah kondisi tidak berkembangnya esofagus pada janin sehingga makanan tidak bisa dilewatkan dari mulut ke perut.[1]

Sebab

Esophageal atresia adalah kelainan bawaan, yang berarti terjadi sebelum kelahiran. Ada beberapa jenisnya, kebanyakan berupa esofagus terputus dan tidak tersambung dengan esofagus bawa dan perut. Ujung esofagus bawah malah menyambung dengan saluran napas. Kondisi ini disebut tracheoesophageal fistula (TEF). Beberapa bayi dengan kondisi ini biasanya mengalami masalah lainnya, seperti gangguan jantung dan pencernaan.[1]

Gejala

  • Kulit membiru tiap kali usaha menyusui
  • Batuk, muntah dan tercekik tiap kali usaha menyusui
  • Hipersaliva
  • Sulit menyusu.[1]

Pemeriksaan

Sebelum kelahiran, pemeriksaan USG bisa memperlihatkan ketuban dalam jumlah terlalu banyak (poli hidramnion), yang bisa memperlihatkan tanda esophageal atresia atau penyakit lain terkait tersumbatnya saluran pencernaan. Kelainan ini juga biasanya terdeteksi sesaat setelah kelahiran saat proses menyusui dilakukan dan bayi langsung batuk, muntah, atau membiru. Begitu kondisi ini dicurigai sebagai esophageal atresia, saluran kecil dibuat dari mulut atau hidung ke perut oleh tenaga kesehatan profesional, tetapi usaha ini tidak akan secara sempurna menyalurkan seluruh bahan makanan ke perut bayi.

Pemeriksaan sinar x terhadap esofagus akan memperlihatkan kantong berisi udara dan udara di dalam perut dan usus. Jika saluran makan diselipkan, maka akan terlihat melilit di esofagus atas.[1]

Penyembuhan

Esophageal atresia dianggap keadaan darurat operasi. Operasi untuk memperbaiki esofagus harus segera dilakukan begitu bayi berhasil distabilkan sehingga kerusakan tenggorokan tidak sempat terjadi dan bayi bisa segera disusui. Sebelum operasi, bayi tidak bisa disusui melalui mulut. Perawatan diberikan untuk mencegah bayi menghirup sekresinya sendiri ke dalam tenggorokan.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Esophageal atresia. Diakses dari situs National Library of Medicine pada 12 Januari 2015
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan