Jumat, 23 Oktober 2026
19:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Atol Penrhyn

Atol Penrhyn

Bagikan:
Penrhyn
330px-Tongareava-Lagoon-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Atol_Penrhyn&revid=29694801&groups=_b8a2fdb149fb3b4c8cbeb49f2c3a92b63fc4302a&parser=parsoid
Peta interaktif Penrhyn
Geografi
Koordinat9°00′20″S 157°58′10″W / 9.00556°S 157.96944°W / -9.00556; -157.96944
KepulauanCook
Luas9.8 km2
Pemerintahan
NegaraKepulauan Cook
Kependudukan
Penduduk213 (2011) jiwa

Penrhyn (disebut juga Tongareva, Mangarongaro, Hararanga, and Te Pitaka) adalah nama dari sebuah atol terbesar di Kepulauan Cook, Samudra Pasifik.[1] Penrhyn memiliki daratan dengan bentuk menyerupai cincin terbuka dengan panjang 64 kilometer, yang mengelilingi sebuah laguna dengan luas sekitar 275 kilometer persegi.[2] Sedangkan, luas dari daratan Penrhyn hanya sekitar 9,8 kilometer persegi.

Pulau ini sebelumnya diberi nama Tongareva (masih cukup umum digunakan hingga saat ini) oleh penduduk asli. Namun, pada 8 Agustus 1788, Kapten Williwam Cropton bersama kapalnya Lady Penrhyn menjadi manusia Eropa pertama yang menemukan pulau ini.[2][3] Diduga, nama Penrhyn berasal dari kapal tersebut.[2] Populasi pulau Penrhyn sejak 1996 hingga 2011 terus mengalami penurunan. Pada 2011, populasi Penrhyn tercatat sebanyak 213 Jiwa.[4]

Referensi

  1. ↑ "Penrhyn". Paradise Islands. Diakses tanggal 2017-11-15.
  2. 1 2 3 "10. Penrhyn | NZETC". nzetc.victoria.ac.nz. Diakses tanggal 2017-11-15.
  3. ↑ "Tongareva (Penrhyn) Atoll - Cook Islands - Northern Group, South Pacific Ocean". www.ck. Diakses tanggal 2017-11-15.
  4. ↑ "Cook Islands: Islands, Districts & Villages - Population Statistics in Maps and Charts". www.citypopulation.de (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-15.


Kepulauan Cook

Artikel bertopik Kepulauan Cook ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan