Selasa, 13 Oktober 2026
00:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Astrologi dalam Islam abad pertengahan

Bagikan:

Muslim abad pertengahan memegang peminatan mendalam terhadap pembelajaran surgawi: sebagian karena mereka menganggap tubuh-tubuh angkasa merupakan keilahian, sebagian karena para pengembara kawasan gurun sering bepergian saat malam, dan menjawab pengetahuan rasi bintang untuk pemanduan perjalanan mereka.[1][2] Setelah kebangkitan Islam, Muslim perlu menentukan waktu salat, arah Ka'bah, dan orientasi sebenarnya dari masjid, semuanya membantu memberikan dorongan keagamaan untuk mempelajari astronomi dan berkontribusi terhadap keyakinan bahwa tubuh-tubuh surgawi berpengaruh terhadap urusan duniawi serta kondisi manusia.[1] Ilmu yang berkaitan dengan pengaruh semacam itu disebut astrologi (bahasa Arab: علم النجوم Ilm an-Nujūm), sebuah pelajaran yang terdiri dari bidang astronomi (lebih dikenal sebagai علم الفلك Ilm al-Falak 'ilmu pembentukan [surgawi]').[1] Prinsip-prinsip dari pembelajaran tersebut berakar dari tradisi Arabia, Persia, Babilonia, Helenistik dan India dan keduanya sama-sama dikembangkan oleh bangsa Arab setelah mereka mendirikan observatorium megah dan perpustakaan teks-teks astronomi dan astrologi di Baghdad pada abad ke-8.

Sepanjang abad pertengahan, penerapan praktik astrologi menjadi bahan perdebatan filsafat mendalam pada kalangan cendekiawan keagamaan dan ilmuwan Muslim.

Referensi

  1. 1 2 3 Wasim Aktar, Contributions of Ancient Arabian and Egyptian Scientists on Astronomy; Public Science & Reference Diarsipkan 2012-05-17 di Wayback Machine, retrieved 19 August 2011.
  2. ↑ Ayduz, Salim; Kalin, Ibrahim; Dagli, Caner (2014). The Oxford Encyclopedia of Philosophy, Science, and Technology in Islam. Oxford University Press. hlm. 64.
  • Saliba, George (1994), A History of Arabic Astronomy: Planetary Theories During the Golden Age of Islam, New York University Press, ISBN 0-8147-8023-7
  • Edward S. Kennedy. (1962). "Ramifications of the World Year Concept in Islamic Astrology". Ithaca 26 VIII-2 IX.
  • Edward S. Kennedy. (1998), Astronomy and Astrology in the Medieval Islamic World. Brookfield, VT: Ashgate.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan