Sabtu, 10 Oktober 2026
20:50 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Asrama Indonesia Merdeka

Bagikan:

Asrama Indonesia Merdeka adalah sebuah tempat yang dibuat oleh Kekaisaran Jepang untuk mengkader para calon pemimpin Indonesia merdeka.[1]

Sejarah

Asrama Indonesia Merdeka dibentuk atas prakarsa Laksamana Tadashi Maeda dalam kapasitasnya sebagai kepala Bunkafu dalam Angkatan Laut Kekaisaran Jepang atau Kaigun pada Oktober 1944 sebagai bentuk implementasi nyata atas "Janji Koiso" akan memberikan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. Asrama ini diawasi oleh Yoshizumi Tomegoro [en] dan Shigetada Nishijima, asrama ini dimaksudkan untuk menciptakan generasi pemimpin Indonesia merdeka kelak.[2]

Asrama ini memunculkan kontroversi di dalam Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang, terutama dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang atau Rikugun. Meskipun tidak disukai oleh pihak Rikugun, Maeda tetap mempersilahkan dan melindungi para tokoh Kemerdekaan Indonesia untuk menngajarkan apapun kepada peserta kaderisasi di asrama tersebut. Peserta kaderisasi gelombang pertama di asrama ini sekitar tiga puluh orang lulus pada April 1945, kemudian disusul oleh peserta gelombang kedua sekitar delapan puluh orang yang mulai pada Mei 1945, tetapi peserta gelombang kedua tidak pernah menyelesaikan kaderisasinya, karena Kekaisaran Jepang kalah dalam Perang Dunia II.[2]

Referensi

  1. ↑ Nino Oktorino, Ensiklopedi Pendudukan Jepang di Indonesia, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2013) hal. 8 - 9
  2. 1 2 Nino Oktorino, Ensiklopedi Pendudukan Jepang di Indonesia, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2013) hal. 8
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan