Sabtu, 07 November 2026
05:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Asparagus

Asparagus

Bagikan:
Asparagus
250px-Asparagus_produce-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Asparagales
Famili: Asparagaceae
Subfamili: Asparagoideae
Genus: Asparagus
Spesies:
A. officinalis
Nama binomial
Asparagus officinalis

Asparagus[1] (Asparagus officinalis) dalam pengertian umum adalah suatu jenis sayuran dari satu spesies tumbuhan genus Asparagus. Asparagus merupakan jenis tanaman perenial dwirumah.[2]

Asparagus telah digunakan sejak lama sebagai bahan makanan karena rasanya yang sedap dan sifat diuretiknya. Dengan adanya sifat diuretik tersebut, asparagus berkhasiat untuk memperlancar saluran urin sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal. Asparagus merupakan sumber terbaik asam folat nabati, sangat rendah kalori, tidak mengandung lemak atau kolesterol, serta mengandung sangat sedikit natrium. Tumbuhan ini juga merupakan sumber rutin, suatu senyawa yang dapat memperkuat dinding kapiler.

Nama ilmiah

Asparagus memiliki nama ilmiah yaitu Asparagus officinalis. Spesiesnya termasuk dalam famili bawang-bawangan.[3]

Ciri fisik

120px-Asparagus-Bundle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seikat asparagus

Asparagus umbuh dengan akar-akar yang bergerombol. Penumpukan akar dimulai dari bagian nodus batang. Bentuk akarnya berisi dan tampak gemuk.[4] Bagian batangnya berbentuk cladode yang termasuk jenis phylloclade. Jumlah internodusnya antara satu atau dua. Internodus yang panjang dan sukulen disebut cladode.[5] Bagian daun dari asparagus dapat berubah menjadi duri.[6]

Sifat kimia

Asparagus merupakan salah satu jenis sayur yang tidak menghasilkan etilen dalam jumlah yang banyak. Tingkat sensitivitas asparagus terhadap etilen juga sedang.[7]

Kandungan gizi

Tiap enam batang asparagus mengandung vitamin C sebanyak 22 mg. Vitamin ini masih terkandung meskipun asparagus telah diolah dalam keadaan beku maupun matang.[8] Tiap 3,5 ons asparagus juga mengandung karnitina seberat 0,195 mg.[9] Asparagus juga mengandung asam folat dalam jumlah yang melimpah.[10]

Asparagus rendah kalori, tidak mengandung kolesterol dan sangat rendah sodium. Ini juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin B6, kalsium, magnesium dan seng, dan sumber yang sangat baik serat, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, thiamin, riboflavin, rutin, niacin, asam folat, besi, fosfor, kalium, tembaga, mangan dan selenium. Asparagus juga kaya kandungan asam amino asparagina.

Inang

Asparagus merupakan salah satu inang bagi ulat bawang (Spodoptera exigua). Ulat bawang merupakan jenis ulat yang memakan segala jenis tumbuhan. Larva ulat bawang akan memakan daun tumbuhan dan menimbulkan lubang-lubang pada daun. Bagian yang dimakan dimulai dari tepi daun bagian permukaan atas ataupun bawah.[11]

Pengawetan

Asparagus awet disimpan di dalam kulkas dalam jangka waktu 2-3 hari. Suhu pendinginannya pada rentang 0,5–4,4 °C. Masa awetnya dapat bertahan hingga 8 bulan apabila disimpan di dalam lemari pembeku dengan suhu kurang dari 0 °C.[12] Asparagus yang disimpan pada suhu 0–2 °C dengan kelembapan relatif sebesar 95% dapat disimpan selama 2–3 minggu.[13]

Bagian asparagus yang dapat dibekukan adalah bagian batang muda yang lunak dengan bagian ujung yang kompak. Sebelum dibekukan, asparagus dicuci bersih dan disusun berdasarkan ukurannya. Setelah itu, asparagus dipotong-potong sepanjang 2 inci dan bagian ujungnya disisakan. Pengawetan asparagus harus melalui proses blansir terlebih dahulu menggunakan air mendidih. Batang asparagus yang berukuran kecil diblansir selama 2 menit. Batang yang berukuran sedang diblansir selama 3 menit. Sedangkan batang yang berukuran besar diblansir selama 4 menit. Setelah diblansir, asparagus didinginkan dan ditiriskan. Saat dikemas ujung dan batang disusun bergantian.[14]

Konsumsi

250px-Asparagus_soup_%28spargelsuppe%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sup asparagus

Asparagus merupakan salah satu jenis tanaman budidaya di Mediterania.[3] Asparagus dibersihkan dengan mengupas kulit bagian pangkal batangnya.[15]

Asparagus merupakan salah satu jenis sayur yang konsumsinya harus dibatasi oleh penderita asam urat. Batas maksimumnya adalah 100 gram per hari. Takarannya setara dengan 6 sendok sayur.[16]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "Asparagus". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ Parker, SYbil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Hakim, Luchman (2014). Etnobotani dan Manajemen Kebun-Pekarangan Rumah: Ketahanan pangan, kesehatan dan agrowisata (PDF). Malang: Penerbit Selaras. hlm. 29. ISBN 978-602-18900-3-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Silalahi dan Adinugraha 2019, hlm. 5.
  5. ↑ Silalahi dan Adinugraha 2019, hlm. 15.
  6. ↑ Silalahi dan Adinugraha 2019, hlm. 36.
  7. ↑ Asiah 2020, hlm. 48-49.
  8. ↑ Winarni, Nissa, dan Purnami 2019, hlm. 40. sfn error: tanpa target: CITEREFWinarni,_Nissa,_dan_Purnami2019 (bantuan)
  9. ↑ Winarni, Nissa, dan Purnami 2019, hlm. 67. sfn error: tanpa target: CITEREFWinarni,_Nissa,_dan_Purnami2019 (bantuan)
  10. ↑ Rahayu, A., dkk. (2018). Hadianor (ed.). Study Guide: Stunting dan Upaya Pencegahannya bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (PDF). Bantul: CV Mine. hlm. 102. ISBN 978-602-52833-1-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Udiarto. B. K., Setiawati, W., dan Suryaningsih, E. (2005). Pengenalan Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang Merah dan Pengendaliannya (PDF). Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran. hlm. 8. ISBN 979-8304-48-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Asiah 2020, hlm. 56.
  13. ↑ Wardah dan Sopandi, T. (September 2016). Teknologi Hasil Pertanian (PDF). Surabaya: PT Revka Petra Media. hlm. 33. ISBN 978-602-4170-59-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Asiah 2020, hlm. 71.
  15. ↑ Buleng, Apri (2020). Sajian Sayur ala Rumahan. Jakarta: Demedia Pustaka. hlm. 14. ISBN 978-979-082-325-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Madyaningrum, E., dkk. (Februari 2021). Buku Saku Kader: Pengontrolan Asam Urat di Masyarakat (PDF). Yogyakarta: Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. hlm. 7. ISBN 978-602-6801-22-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Asparagus officinalis.
Asparagus officinalis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan