Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
Sampah plastik biasanya akan didaur ulang menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Namun saat ini, limbah plastik juga bisa diolah dan dijadikan bahan aspal yang diklaim lebih kuat dari aspal pada umumnya. Pembuatan aspal menggunakan bahan sampah plastik itu sempat dilakukan oleh PT Dow Indonesia. Limbah plastik yang diolah tersebut kemudian diubah menjadi bahan plastik polymer, lalu dicampur ke dalam campuran pembuatan aspal jalan. Aspal dari campuran limbah plastik ini diklaim lebih kuat dan tahan lama, salah satu keunggulannya adalah tidak mudah retak walau telah dilewati ribuan kendaraan. Selain itu, aspal dari sampah plastik ini diklaim mampu tahan dari cuaca ekstrem, misalnya terpapar sinar matahari yang terik lalu diguyur hujan deras sehingga temperaturnya cepat naik-turun.[1]
Aspal Plastik
Aspal Plastik adalah campuran aspal yang mengandung cacahan kantong plastik HDPE. Dari proses pencampuran tersebut dapat menghasilkan campuran beraspal yang tahan terhadap deformasi. Pencampuran cacahan plastik pada campuran aspal juga dapat meningkatkan ketahanan terhadap retak dan membantu mengurangi limbah plastik.[butuh rujukan] Sebagai informasi, selain dengan mencampurkan limbah plastik pada konstruksi jalan beraspal untuk meningkatkan perkerasannya, Anda bisa juga menambahkan material Geosintetik seperti Geogrid, Geocell, Geomembrane dan Geotextile pada konstruksi jalan.[butuh rujukan]
Penerapan Aspal Plastik di Makasar
Bagian ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balitbang menyelenggarakan sosialisasi pemanfaatan teknologi aspal plastik di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (24/10). Inovasi ini memanfaatkan limbah kantong plastik sekali pakai yang selama ini menjadi masalah besar dalam pengelolaan lingkungan. Dengan penerapan teknologi tersebut, diperkirakan mampu mengurangi timbulan sampah plastik hingga 0,45 juta ton per tahun.[2]
Menurut Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Deded P. Syamsudin, penelitian serta uji coba pemanfaatan plastik dalam campuran aspal sudah dilakukan sejak pertengahan 2017, atas dorongan Kemenko Kemaritiman.
Jenis plastik yang digunakan adalah plastik kresek karena sifatnya sulit didaur ulang, berbeda dengan botol plastik dan limbah sejenis lainnya. Dalam penerapannya, kadar plastik yang dicampurkan sekitar 4-6% dari total berat aspal, dan terbukti dapat meningkatkan daya tahan terhadap retakan.
Bahan plastik tersebut terlebih dahulu dipilah, dicuci, dikeringkan, lalu dicacah. Cacahan yang dipakai wajib bersih, kering, dan bebas dari kotoran organik maupun unsur yang tidak diinginkan.[2]
Daerah Yang telah menerapkan Aspal Plastik
Beberapa daerah yang sudah menerapkan pembangunan infrastruktur jalan dengan bahan aspal plastik:[3]
- Kabupaten Garut,
- Jawa Barat,
- Kota Cilegon,
- Banten;
- Kota Kudus,
- Kabupaten Tangerang,
- Jakarta,
- Semarang,
- Depok,
- Tegal,
- Cikarang.
Referensi
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis. |
- ↑ Fikriansyah, Ilham Satria. "Limbah Plastik Bisa Diolah Jadi Aspal, Diklaim Lebih Kuat dan Hemat Energi". detikoto. Diakses tanggal 2025-09-27.
- 1 2 Marga, Bina (2017-10-26). "aspal plastik juga diterapkan dimakasar". Binamarga. Diakses tanggal 2025-09-27.
- ↑ Agus Eka Purna Negara. "Melihat Showcase Jalan Aspal Plastik di Jimbaran". detikbali. Diakses tanggal 2025-09-27.