Rabu, 28 Oktober 2026
17:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Askia Daoud

Kaisar Songhai

Bagikan:
Askiya Dawud
Raja Songhai
Berkuasa1549 – 1582 [1]
PendahuluAskiya Ishaq I (berkuasa 1539–1549)
PenerusAskiya [Muhammad] Al-Hajj (berkuasa 1582–1586)
Meninggal1582 atau 1583
Tondibi
AyahAskia Mohammad (berkuasa 1493-1528)
Keturunan333[2] atau "setidaknya 61"[3]
DinastiDinasti Askiya

Askia Daoud (juga dieja Askia Dāwūd, Askiya Dawud) adalah penguasa Kerajaan Songhai dari tahun 1549 hingga 1582. Daoud naik takhta setelah kematian saudara kandungnya, Askia Ishaq I, pada tahun 1549. Ayah kandung Askia Daoud adalah Askia Muhmmad (berkuasa 1493-1528). Pada masa kekuasaan ayahnya, Songhai mencapai puncak kejayaannya.[4]

Masa kekuasaan Askia Daoud dikenal sebagai masa yang tenteram dan makmur.[5] Namun, pada masa Askia Daoud, negeri Songhai mulai mengalami kemunduran akibat serangan dari Kesultanan Maroko. Pada 1556-1557, pasukan Sultan Mulay Muhammad al-Shaykh dari Maroko merebut tambang garam di Taghaza walaupun kemudian pasukan ini mundur.[6] Tak lama setelah naik takhta pada tahun 1578, Sultan Ahmad I al-Mansur menuntut pendapatan pajak dari tambang-tambang garam tersebut. Askia Daoud menanggapinya dengan mengirim emas dalam jumlah besar sebagai hadiah.[7] Pada masa yang sama, pasukan Maroko mulai melakukan modernisasi dengan mengadopsi senjata api, sementara pasukan Songhai masih bergantung pada tombak dan panah.[8]

Referensi

  1. ↑ Kâti 1913, hlm. 217.
  2. ↑ Hunwick 2003, hlm. 184 n68.
  3. ↑ Kâti 1913, hlm. 215.
  4. ↑ Root, Mario. "Songhay Empire." Encyclopedia of Black Studies, edited by Molefi Kete Asante and Ama Mazama, SAGE Reference, 2005, hlm. 435-436. Gale eBooks, diakses 29 Nov. 2019.
  5. ↑ "Songhai empire | History, Facts, & Fall". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-09.
  6. ↑ Hunwick 2003, hlm. 151.
  7. ↑ Hunwick 2003, hlm. 155.
  8. ↑ "Songhai Empire". World History Encyclopedia. Diakses tanggal 2019-12-01.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan