Rabu, 30 September 2026
18:51 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Asidosis

Bagikan:
Asidosis
SpesialisasiEndokrinologi Sunting ini di Wikidata

Asidosis adalah proses peningkatan kadar asam di dalam darah atau jaringan tubuh lainnya. Dalam kata lain, terjadi proses peningkatan konsentrasi ion hidrogen. Istilah ini khususnya mengacu kepada kadar asam di dalam plasma darah.

Istilah "asidemia" mendeskripsikan kadar pH darah yang rendah, sementara "asidosis" mendeskripsikan proses yang mengakibatkan hal tersebut. Meskipun begitu, kedua istilah ini sering kali digunakan secara bergantian.

Asidosis terjadi ketika pH serum lebih rendah dari 7,35 (kecuali pada fetus, sementara lawannya, alkalosis, terjadi apabila pH lebih tinggi dari 7,45. Tes gas darah arterial dan tes-tes lainnya diperlukan untuk memisahkan penyebab utamanya.

Tingkat aktivitas metabolis seluler memengaruhi dan pada saat yang sama dipengaruhi oleh pH dalam cairan tubuh. Dalam hewan mamalia, pH darah arteri yang normal berkisar antara 7,35 hingga 7,50 (sementara pada manusia berkisar antara 7,35 hingga 7,45). Perubahan pH darah arteri di luar rentang ini dapat mengakibatkan kerusakan sel.[1]

Beberapa gejala yang terkait dengan asidosis adalah sakit kepala, rasa lelah, tremor, mengantuk, asteriksis dan disfungsi otak besar yang dapat memicu koma apabila tidak segera ditanggulangi.[2]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Needham, A. 2004. Comparative and Environmental Physiology. Acidosis and Alkalosis.
  2. ↑ Yee AH, Rabinstein AA (Februari 2010). "Neurologic presentations of acid-base imbalance, electrolyte abnormalities, and endocrine emergencies". Neurol Clin. 28 (1): 1–16. doi:10.1016/j.ncl.2009.09.002. PMID 19932372.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan