Jumat, 23 Oktober 2026
19:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Asas Fisher

Bagikan:

Asas Fisher adalah model evolusi yang menjelaskan mengapa rasio seks sebagian besar spesies seksual kurang lebih 1:1. Asas ini diperkenalkan oleh Ronald Fisher dalam bukunya The Genetical Theory of Natural Selection.[1] Fisher membentuk argumennya berdasarkan konsep pengeluaran orang tua, yang memprediksikan bahwa pengeluaran orang tua untuk kedua jenis kelamin sama.

W.D. Hamilton memberikan penjelasan sederhana asas Fisher sebagai berikut[2] (dengan asumsi bahwa jantan dan betina membutuhkan biaya yang sama):

  1. Asumsikan bahwa kelahiran jantan lebih sedikit dari betina
  2. Jantan yang baru lahir memiliki prospek berkawin lebih besar daripada betina yang baru lahir, sehingga diperkirakan akan memiliki lebih banyak keturunan
  3. Maka orang tua secara genetik cenderung menghasilkan laki-laki yang cenderung menghasilkan cucu yang jumlahnya melebihi rata-rata
  4. Maka gen dengan kecenderungan menghasilkan laki-laki menyebar, dan kelahiran laki-laki menjadi lebih umum.
  5. Begitu rasio seks mendekati 1:1, keunggulan dalam melahirkan laki-laki berkurang.
  6. Penalaran yang sama juga berlaku bila jantan di atas diganti menjadi betina. Maka 1:1 adalah rasio yang seimbang

Dalam kata lain, rasio 1:1 adalah strategi stabil evolusioner.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Fisher, R.A. 1930 The Genetical Theory of Natural Selection, Clarendon Press, Oxford
  2. ↑ Hamilton, W.D. (1967). "Extraordinary sex ratios". Science. 156 (3774): 477–488. Bibcode:1967Sci...156..477H. doi:10.1126/science.156.3774.477. PMID 6021675.
  3. ↑ Maynard Smith, J; Price, G.R. (1973). "The logic of animal conflict". Nature. 246 (5427): 15–18. Bibcode:1973Natur.246...15S. doi:10.1038/246015a0.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan