Jumat, 30 Oktober 2026
02:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Asas Fisher

Bagikan:

Asas Fisher adalah model evolusi yang menjelaskan mengapa rasio seks sebagian besar spesies seksual kurang lebih 1:1. Asas ini diperkenalkan oleh Ronald Fisher dalam bukunya The Genetical Theory of Natural Selection.[1] Fisher membentuk argumennya berdasarkan konsep pengeluaran orang tua, yang memprediksikan bahwa pengeluaran orang tua untuk kedua jenis kelamin sama.

W.D. Hamilton memberikan penjelasan sederhana asas Fisher sebagai berikut[2] (dengan asumsi bahwa jantan dan betina membutuhkan biaya yang sama):

  1. Asumsikan bahwa kelahiran jantan lebih sedikit dari betina
  2. Jantan yang baru lahir memiliki prospek berkawin lebih besar daripada betina yang baru lahir, sehingga diperkirakan akan memiliki lebih banyak keturunan
  3. Maka orang tua secara genetik cenderung menghasilkan laki-laki yang cenderung menghasilkan cucu yang jumlahnya melebihi rata-rata
  4. Maka gen dengan kecenderungan menghasilkan laki-laki menyebar, dan kelahiran laki-laki menjadi lebih umum.
  5. Begitu rasio seks mendekati 1:1, keunggulan dalam melahirkan laki-laki berkurang.
  6. Penalaran yang sama juga berlaku bila jantan di atas diganti menjadi betina. Maka 1:1 adalah rasio yang seimbang

Dalam kata lain, rasio 1:1 adalah strategi stabil evolusioner.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Fisher, R.A. 1930 The Genetical Theory of Natural Selection, Clarendon Press, Oxford
  2. ↑ Hamilton, W.D. (1967). "Extraordinary sex ratios". Science. 156 (3774): 477–488. Bibcode:1967Sci...156..477H. doi:10.1126/science.156.3774.477. PMID 6021675.
  3. ↑ Maynard Smith, J; Price, G.R. (1973). "The logic of animal conflict". Nature. 246 (5427): 15–18. Bibcode:1973Natur.246...15S. doi:10.1038/246015a0.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan