Minggu, 27 September 2026
16:41 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Asahan Alham

Asahan Alham
Lahir
Asahan Aidit

(1938-12-04)4 Desember 1938
Meninggal5 November 2020(2020-11-05) (umur 81)
PekerjaanPenulis
KerabatD.N. Aidit (kakak)
Sobron Aidit (kakak)

Asahan Alham, nama aslinya Asahan Aidit,[1] (4 Desember 1938 – 5 November 2020),[2] adalah seorang penulis Indonesia, termasuk dalam penulis sastra eksil Indonesia.[1]

Biografi

Belajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia sampai tahun 1961.[2] Pada tahun 1966 Asahan memperoleh gelar Sarjana Penuh di bidang filologi di Moskow.[2] Tahun 1975 ia belajar bahasa dan sastra Vietnam di Universitas Hanoi dan pada tahun 1978 mendapatkan gelar PhD-nya.[2]

Asahan mulai menulis pada tahun 1952, diantaranya pernah dimuat di majalah Waktu, Mimbar Indonesia, Sunday Courier, dan di beberapa ruang kebudayaan surat kabar Jakarta pada tahun-tahun 50-an.[2] Selain menulis puisi, Asahan juga menulis prosa.[2] Puisi dan cerpennya lebih banyak di muat di media eksil, seperti majalah Arah, Arena dan Kreasi.[2] Pada tahun 1993, kumpulan sajaknya yang pertama, berjudul Perjalanan dan Rumah Baru diterbitkan oleh Stichting ISDM Culemborg, Belanda.[2] Kumpulan sajaknya 23 Sajak Menangisi Viet Tri diterbitkan oleh Pustaka Jaya, Jakarta, tahun 1998.[2] Dan novelnya yang pertama, Perang dan Kembang, juga diterbitkan oleh Pustaka Jaya tahun 2001.[2] Cinta Perang dan Ilusi, kumpulan cerpen memoar Antara Moskow - Hanoi diterbitkan oleh Lembaga Humaniora Depok, 2006.[3] Tahun 2009, memoarnya, Azalea: Hidup Mengejar Ijazah, diterbitkan oleh Ultimus.[4]

Ia wafat di Haarlem, Belanda pada 5 November 2020 pada usai 81 tahun.[5]

Hasil karya

  • Perjalanan dan Rumah Baru (kumpulan sajak)
  • 23 Sajak Menangisi Viet Tri (kumpulan sajak, 1988)
  • Perang dan Kembang (novel, 2001)
  • Cinta Perang dan Ilusi, kumpulan cerpen memoar Antara Moskow - Hanoi (cerpen memoar, 2006)
  • Azalea: Hidup Mengejar Ijazah (memoar, 2009)

Rujukan

  1. 1 2 (Inggris) McGlynn, John dan Ibrahim, A. Kohar(ed). Menagerie 6, Lontar, 2004, ISBN 979-8083-52-0
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Indonesia) Alham, Asahan (ed). Di Negeri Orang: Puisi Penyair Indonesia Eksil, Lontar, 2002, ISBN 979-8083-42-3
  3. ↑ (Inggris) http://www.goodreads.com/book/show/6709623-cinta-perang-dan-ilusi-kumpulan-cerpen-memoar-antara-moskow-hanoi, diakses 13 Desember 2011
  4. ↑ (Inggris) http://www.goodreads.com/book/show/8579688-azalea, diakses 13 Desember 2011
  5. ↑ Gunadha, Reza (6 November 2020). "Asahan Alham Aidit, Sastrawan Eksil Indonesia Wafat di Belanda". Suara.com. Diakses tanggal 29 Juni 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan