Selasa, 27 Oktober 2026
09:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Arya Kehormatan

Arya Kehormatan

Bagikan:
250px-Japanese_young_ladies_stage_show_for_Hitlerjugend_1938.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Arya Kehormatan (bahasa Jerman:Ehrenarier) adalah sebuah istilah dari Jerman Nazi. Sebutan tersebut adalah sebuah status yang diberikan oleh Biro Riset Ras Nazi, atau oleh para anggota Nazi lainnya, kepada orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu, yang umumnya tidak dianggap secara biologi menjadi bagian dari ras Arya, yang disematkan kepada mereka sebagai bagian kehormatan dari ras Arya. Penjelasan tentang kenapa status "Arya kehormatan" diberikan oleh Nazi kepada bangsa non-Nordik lainnya, atau bahkan secara kurang eksklusif, bangsa non-Indo-Iran/Eropa, adalah karena orang-orang tersebut telah memiliki jasa yang bermilai pada ekonomi atau upaya perang Jerman,[1] atau singkatnya karena alasan-alasan murni politik lainnya.

Referensi

  1. ↑ "In the Wind", The Nation Vol. 147, Issue 7. August 13, 1938
Wiktionary logo
Lihat entri honorary Aryan di kamus bebas Wikikamus.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Nazi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan