Jumat, 23 Oktober 2026
16:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Aruh Bawanang

Aruh Bawanang

Ritual agama Kaharingan, Agama asli Suku Dayak

Bagikan:
Aruh Bawanang
330px-Bawanang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisRitual syukuran dan pesta perayaan hasil panen dalam agama Kaharingan
LokasiKabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
Tahun aktifDulu - Sekarang
PesertaUmat beragama Kaharingan
 • Suku Dayak Meratus
 • Suku Dayak Pitap
PenontonMasyarakat setempat
Badan pelindung
  • Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan (MUKK)
  • Majelis Agama Kaharingan Indonesia (MAKI)
  • Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MDA-HK)
  • Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBA-HK)
TokohBalian

Aruh Bawanang adalah sebuah ritual keagamaan Kaharingan yang dilaksanakan oleh suku Dayak Meratus setiap tahunnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Ritual ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang melimpah, serta permohonan doa agar mereka selalu diberi rejeki, kesehatan[1] dan kesejahteraan.[2]

Upacara Bawanang dilakukan secara berkelompok, selama tiga hari tiga malam dengan memotong hewan persembahan berupa ayam. Bila upacara dilakukan selama empat hari empat malam disebut Aruh Baharin, dengan memotong hewan persembahan berupa kambing atau kerbau.[3]

Adat istiadat dan kebudayaan

Aruh Bawanang atau sering disebut Aruh Ganal merupakan aruh adat dalam rangka sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan dalam kepercayaan penduduk setempat atas rezeki atau keberhasilan yang diperoleh. Setelah Aruh Bawanang dilaksanakan, padi baru boleh dimasak dan dimakan. Aruh Bawanang biasa juga disebut Palas Payung, kegiatan ini biasanya rutin dilaksanakan setiap setahun sekali setelah panen penduduk setempat.[4]

Referensi

  1. ↑ Indonesia, Suluh (2021-10-27). "Aruh Bawanang dan Suku Dayak Meratus - Koran Sulindo". Diakses tanggal 2023-09-10.
  2. ↑ Haryati, Sri (4 Oktober 2019). Meirina, Zita (ed.). "Ungkapan syukur Suku Dayak Meratus dalam Aruh Bawanang". ANTARA News. Diakses tanggal 8 Juni 2020.
  3. ↑ "Bawanang, Aruh adat sebagai bentuk rasa syukur pada penguasa alam". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. 2 November 2019. Diakses tanggal 4 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Indonesia, Suluh (2021-10-27). "Aruh Bawanang dan Suku Dayak Meratus - Koran Sulindo". Diakses tanggal 2023-09-10.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan