Senin, 26 Oktober 2026
23:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Artemisia argyi

Artemisia argyi

Bagikan:
Artemisia argyi
250px-Aicao.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Artemisia
Spesies:
A. argyi
Nama binomial
Artemisia argyi
Sinonim
  • Artemisia chiarugii Pamp.
  • Artemisia handel-mazzettii Pamp.
  • Artemisia nutans Nakai
  • Artemisia nutantiflora Nakai ex Pamp.

Artemisia argyi atau yang lebih dikenal sebagai hia Tiongkok, adalah tanaman herba tahunan dengan rimpang yang merayap.[1] Tanaman ini berasal dari Tiongkok, Korea, Mongolia, Jepang, dan wilayah Timur Jauh Rusia (Oblast Amur, Primorye).[2][3] Dalam bahasa Mandarin, tanaman ini disebut àicǎo (艾草), ài yè (艾葉), atau ài hāo (艾蒿). Sedangkan dalam bahasa Jepang dikenal sebagai Chōsen yomogi (朝鮮蓬, yang berarti "apsintus/hia Korea") dan dalam bahasa Korea disebut Hwanghae ssuk (황해쑥; 黃海쑥, yang berarti "Hia Laut Kuning"). Artemisia argyi digunakan dalam pengobatan herbal untuk mendukung kesehatan hati, limpa, dan ginjal.[4]

Deskripsi

Artemisia argyi adalah tanaman herba tahunan yang tumbuh tegak, berwarna abu-abu, dan bisa mencapai tinggi sekitar satu meter. Tanaman ini memiliki cabang pendek dan rimpang yang merayap. Daunnya berbentuk bulat telur dengan tangkai, terbagi menjadi beberapa bagian, dan memiliki kelenjar kecil penghasil minyak. Bagian atas daun agak berbulu tipis, sedangkan bagian bawahnya tertutup rambut putih tebal. Daun bagian bawah panjangnya sekitar enam sentimeter, terbagi lagi menjadi lobus-lobus lebar dengan tepi bergerigi, sementara daun bagian atas lebih kecil dan sederhana. Bunganya tersusun dalam malai sempit. Setiap bunga berwarna kuning pucat, berbentuk tabung, dan membentuk kepala bunga bulat yang menggantung ke bawah. Bunga di tengah memiliki kelamin ganda (hermafrodit), sedangkan bunga di pinggir berfungsi sebagai bunga betina. Kelopaknya sempit dan melingkar seperti tabung, dan bagian pelindung bunga ditutupi rambut halus seperti sarang laba-laba. Seluruh tanaman memiliki aroma yang sangat kuat.[5]

Habitat

Tanaman ini tahan terhadap kondisi kering dan biasanya ditemukan di lereng gunung yang kering, tepi sungai yang curam, hutan ek, semak pantai, gurun, serta di sepanjang jalan dan rel kereta. Tanaman ini tumbuh lebih baik dan mengeluarkan aroma yang lebih kuat ketika berada di tanah kering yang kurang subur.[6]

Kegunaan

Daun tanaman ini dipanen pada hari yang hangat dan kering di musim semi atau musim panas saat tanaman sedang berbunga, lalu dikeringkan di tempat yang teduh. Dalam pengobatan tradisional tionghoa, daun ini dianggap memiliki rasa pahit, pedas, dan hangat, serta berhubungan dengan organ hati, limpa, dan ginjal. Ramuan dari daun ini dipercaya dapat meningkatkan aliran darah ke panggul, merangsang menstruasi, serta membantu mengatasi masalah seperti kesuburan, nyeri haid, asma, dan batuk.[7]

Referensi

  1. ↑ English Names for Korean Native Plants (PDF). Pocheon: Korea National Arboretum. 2015. hlm. 359. ISBN 978-89-97450-98-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Mei 2017. Diakses tanggal 25 Januari 2016 – via Korea Forest Service.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ AgroAtlas
  3. ↑ Flora of China Vol. 20-21 Page 697 艾 ai Artemisia argyi H. Léveillé & Vaniot, Repert. Spec. Nov. Regni Veg. 8: 138. 1910.
  4. ↑ Acupuncture Today
  5. ↑ Flora of China
  6. ↑ Genders. R. Scented Flora of the World. Robert Hale. London. 1994 ISBN0-7090-5440-8[halaman dibutuhkan]
  7. ↑ Acupuncture Today: Mugwort Leaf
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan