Sabtu, 24 Oktober 2026
16:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Armada Laut Lepas

Armada Laut Lepas

Bagikan:
Armada Laut Lepas
Hochseeflotte
250px-Hochseeflotte_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal tempur Armada Laut Lepas
Aktif16 Februari 1907 – 10 Januari 1919
Negara Kekaisaran Jerman
Cabang Kaiserliche Marine
Tipe unitArmada angkatan laut
Jumlah personel~100 kapal
PertempuranPertempuran Jutland
Tokoh
Tokoh berjasaHenning von Holtzendorff
Friedrich von Ingenohl
Hugo von Pohl
Reinhard Scheer
Franz von Hipper
Ludwig von Reuter

Armada Laut Lepas (bahasa Jerman:Hochseeflotte) adalah armada perang Kaiserliche Marine dan melakukan aksi militer pada Perang Dunia I. Armada Laut Lepas dibentuk dari elemen Armada Rumah (Heimatflotte) pada Februari 1907. Arsitek armada ini adalah Laksamana Alfred von Tirpitz yang memberikan visi terhadap armada ini, berharap bahwa Hochseeflotte akan menyimbangi dan menyaingi kekuatan penuh Angkatan Laut Britania Raya. Kaiser Wilhelm II dari Jerman memberi visi bahwa Armada Laut Lepas adalah instrumen kekuatan Kekaisaran Jerman di dunia dimana ia akan merebut koloni jajahan luar Eropa dan membuat Jerman menjadi negara adikuasa. Dengan memusatkan armada tempur yang kuat di Laut Utara sementara Angkatan Laut Kerajaan Inggris diharuskan untuk menyebar pasukannya di sekitar Kekaisaran Inggris, Tirpitz percaya bahwa Jerman dapat mencapai keseimbangan kekuatan yang dapat secara serius merusak hegemoni angkatan laut Inggris. Inilah inti dari "Teori Risiko" Tirpitz, yang menyatakan bahwa Inggris tidak akan menantang Jerman jika armada Jerman menimbulkan ancaman yang signifikan bagi armada Inggris sendiri.

Komponen utama Armada adalah kapal perangnya, yang biasanya diorganisir dalam skuadron delapan kapal, meskipun juga berisi berbagai formasi lain, termasuk Grup Pengintai I. Pada saat pembentukannya pada tahun 1907, Armada Laut Lepas terdiri dari dua skuadron kapal perang, dan pada tahun 1914, skuadron ketiga telah ditambahkan. Revolusi kapal perang kelas dreadnought pada tahun 1906 sangat memengaruhi komposisi armada; dua puluh empat kapal pra-dreadnought dalam armada menjadi usang dan perlu diganti. Kapal perang kelas dreadnought yang cukup untuk dua skuadron penuh selesai dibangun pada saat pecahnya perang pada pertengahan tahun 1914; Delapan kapal pra-dreadnought paling modern digunakan untuk membentuk skuadron ketiga. Dua skuadron tambahan yang terdiri dari kapal-kapal yang lebih tua dimobilisasi tetapi kemudian dibubarkan.

Armada tersebut melakukan serangkaian serangan ke Laut Utara selama perang, yang dirancang untuk memancing sebagian kecil dari Armada Besar Inggris yang jumlahnya lebih unggul. Operasi ini sering menggunakan kapal penjelajah tempur cepat dari Grup Pengintai I untuk menyerang pantai Inggris sebagai umpan bagi Angkatan Laut Kerajaan. Operasi ini mencapai puncaknya dalam Pertempuran Jutlandia, pada 31 Mei – 1 Juni 1916, di mana Armada Laut Lepas menghadapi seluruh Armada Besar. Pertempuran itu tidak menghasilkan kemenangan yang jelas, tetapi merupakan kemenangan strategis bagi Inggris karena meyakinkan Laksamana Reinhard Scheer, komandan armada Jerman, bahwa bahkan hasil yang sangat menguntungkan dari aksi armada pun tidak akan menjamin kemenangan Jerman dalam perang. Scheer dan laksamana senior lainnya menyarankan Kaiser untuk memerintahkan dimulainya kembali kampanye perang kapal selam tanpa batasan. Tanggung jawab utama Armada Laut Lepas pada tahun 1917 dan 1918 adalah untuk mengamankan pangkalan angkatan laut Jerman di Laut Utara untuk operasi kapal selam. Armada tersebut terus melakukan serangan ke Laut Utara dan unit-unit terpisah untuk operasi khusus di Laut Baltik melawan Armada Baltik Rusia. Setelah kekalahan Jerman pada November 1918, Sekutu menahan sebagian besar Armada Laut Lepas di Scapa Flow, tempat armada tersebut akhirnya ditenggelamkan pada Juni 1919, beberapa hari sebelum pihak-pihak yang bertikai menandatangani Perjanjian Versailles.

Lihat pula

Referensi

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan