Senin, 02 November 2026
23:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Arcos de la Frontera

Arcos de la Frontera

Bagikan:
Arcos de la Frontera
250px-Arcos_de_la_frontera.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang kebesaran Arcos de la Frontera
Lambang kebesaran
250px-Map_of_Arcos_de_la_Frontera_%28C%C3%A1diz%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arcos de la Frontera di Provinsi Cádiz
Arcos de la Frontera
Arcos de la Frontera
Location in the Province of Cádiz
Tampilkan peta Provinsi Cádiz
Arcos de la Frontera di Andalusia
Arcos de la Frontera
Arcos de la Frontera
Arcos de la Frontera (Andalusia)
Tampilkan peta Andalusia
Arcos de la Frontera di Spanyol
Arcos de la Frontera
Arcos de la Frontera
Arcos de la Frontera (Spanyol)
Tampilkan peta Spanyol
Koordinat: 36°45′N 5°48′W / 36.750°N 5.800°W / 36.750; -5.800
NegaraAndalusia (Spanyol)
Pemerintahan
 • AlcaldeIsidoro Gambín Jaén (PSOE)
Luas
 • Total527,54 km2 (20,368 sq mi)
Ketinggian185 m (607 ft)
DemonimArcense, Arcobricense
Zona waktuUTC+1 (CET)
 • Musim panas (DST)UTC+2 (CEST)
Kode pos
11630
Situs webSitus web resmi

Arcos de la Frontera (pengucapan bahasa Spanyol: [ˈaɾkozðelafɾonˈteɾa]) adalah sebuah kota dan munisipal di comarca Sierra de Cádiz, provinsi Cádiz, Andalusia, Spanyol. Kota ini terletak di tepi utara, barat dan selatan dari sungai Guadalete, yang mengalir di tiga sisi kota ini di bawah tebing vertikal yang menjulang, alirannya menuju ke Jerez dan ke Teluk Cádiz. Kota dengan luas 527.54 km² dan penduduk berjumlah 30.741 jiwa pada sensus 2018 ini, memiliki pemandangan yang memesona apabila dilihat dari atas punggung bukit batu pasir, sehingga puncak gunung San Cristóbal dan lembah Guadalete dapat terlihat. Nama Arcos berasal ketika kota ini dijadikan perbatasan dalam pertempuran Spanyol dengan orang Moor pada abad ke-13.[1]

Sejarah

Arcos menjadi kota independen dari taifa Moor pada 1011 selama terjadinya keruntuhan Umayyah Kekhalifahan Kordoba yang berlarut-larut. Arcos dikaitkan dengan penguasa Abdun ibn Muhammad dari Emirat Jerez yang memerintah dari sekitar 1029/1030 hingga 1053. Wilayah kota ini diambil alih oleh dinasti Murabithun pada 1091. Dari 1145 hingga 1147 wilayah Arcos dan Jerez menjadi taifa sementara di bawah administrasi Granada yang dipimpin oleh Abu'l-Qasim Ahyal.

Kota ini menjadi benteng pertahanan agama Kristen setelah raja Alfonso X dari Kastilia (1252-1284) berhasil mengusir Moor. Dia membangun katedral bergaya Gotik yang berlokasi di punggung bukit yang tinggi.

Arcos terkenal karena sepuluh loncengnya, yang berdentang selama perang dengan Moor. Beberapa spanduk Moor yang diambil dalam pertempuran Zahara de la Sierra, telah dipajang di sebuah gereja di Arcos sejak 1483.[1]

Catatan

  1. 1 2 Chisholm 1911. sfn error: tanpa target: CITEREFChisholm1911 (bantuan)

Referensi

  • M. Mancheño y Olivares, Galeria de Arcobricenses illustres (Arcos, 1892)
  • M. Mancheño y Olivares, Riqueza y cultura de Arcos de la Frontera (Arcos, 1898)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan