Selasa, 06 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Archaeocyatha

Archaeocyatha

Bagikan:
Archaeocyatha
Rentang waktu: Tommotium - Kambrium Tengah
250px-Archaeocyatha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Porifera
Klad: †Archaeocyatha
Vologdin, 1937
Sinonim
  • Cyathospongia Okulitch, 1935
  • Pleospongia Okulitch, 1935
Artikel takson sembarang

Archaeocyatha (/ˈɑːrkioʊsaɪəθə/, 'mangkuk kuno') adalah sebuah takson punah dari spons laut sesil pembangun karang[1] yang hidup di perairan hangat tropis dan subtropis pada periode Kambrium. Diyakini bahwa pusat kemunculan Archaeocyatha sekarang terletak di Siberia Timur, di mana mereka pertamakali dikenal pada awal subkala Tommotium, sekitar 525 juta tahun lalu.[2] Pada wilayah-wilayah lainnya, mereka muncul belakangan, pada subkala Atdabanium, dan dengan cepat berdiversifikasi menjadi lebih dari 100 famili berbeda.

Mereka menjadi salah hewan-hewan pembangun karang pertama di Bumi, dan menjadi fosil indeks[3] yang menandai batuan Kambrium Awal di seluruh dunia.

Referensi

  1. ↑ Struktur karang Archaeocyathid ("bioherm"), meski tidak sebesar terumbu karang yang muncul belakangan, masih dapat sedalam hingga 10 meter. (Emiliani 1992:451).
  2. ↑ Maloof, A.C. (2010). "Constraints on early Cambrian carbon cycling from the duration of the Nemakit-Daldynian–Tommotian boundary $$\delta$$13C shift, Morocco". Geology. 38 (7): 623–626. Bibcode:2010Geo....38..623M. doi:10.1130/G30726.1. S2CID 128842533.
  3. ↑ Anderson, Dr. John R. "Paleozoic Life". Georgia Perimeter College. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juli 2011. Diakses tanggal 6 Juli 2010.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan