Minggu, 27 September 2026
14:29 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kiwi totol besar

Kiwi totol besar

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2024)
Kiwi totol besar
250px-ApteryxHaastiiKeulemans.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi betina
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Infrakelas: Palaeognathae
Ordo: Apterygiformes
Famili: Apterygidae
Genus: Apteryx
Spesies:
A. maxima
Nama binomial
Apteryx maxima
250px-418px-NZ-kiwimapApteryx_haastii.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim
  • Apteryx haastii Potts, 1872
  • Apteryx maxima Hutton, 1871
  • Stictapteryx owenii maxima (Hutton, 1871)
  • Apteryx grandis Grieve, 1913

Kiwi totol besar, kiwi kelabu besar,[3] atau roroa (Apteryx maxima)[2] adalah sebuah spesies kiwi yang endemik ke Pulau Selatan di Selandia Baru. Kiwi totol besar, sebagai anggota ratite, tidak bisa terbang. Spesies ini adalha yang terbesar di antara kwii lainnya. Topografi kasar dan iklim tak bersahabat daerah pegunungan elevasi tinggi pada habitatnya membuatnya tidak bisa dihuni oleh sejumlah predator mamalia yang dikenalkan ke Selandia Baru, yang mencakup anijng, feret, kucing dan stoat. Oleh karena ini, populasi ini tidak terpengaruhi secara serius oleh spesies-spesies invasif ini dibandingkan jenis kiwi lainnya. Bagaimanapun, terdapat penurunan sebesar 43% pada populasinya semenjak 45 tahun terakhir, karena predator tersebut dan kerusakan habitat. Hal ini mengarah kepada klasifikasinya sebagai spesies rentan. Terdapat kurang dari 16,000 ekor kiwi totol besar secara keseluruhan, hampir semuanya berada di di daerah pegunungan di Nelson barat laut, pesisir barat laut, dan di Pegunungan Selatan. Sejumlah kecil hidup di cagar alam pulau.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Apteryx haastii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22678132A92756666. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22678132A92756666.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. 1 2 "Taxonomic Updates IOC Version 14.2". 28 Agustus 2024.
  3. ↑ Davies, S. J. J. F. (2003)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan