Sabtu, 26 September 2026
11:40 WIB
TERKINI
Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Aponia

Untuk genus ngengat, lihat Aponia (ngengat).

"Aponia" (bahasa Yunani Kuno:ἀπονία) adalah istilah dalam filsafat yang berarti ketiadaan rasa sakit. Epikuros dan para pengikutnya menganggap aponia sebagai kenikmatan jasmani tertinggi.

Seperti mazhab filsafat Helenistik lainnya, kaum Epikurean percaya bahwa kebahagiaan adalah tujuan hidup manusia. Epikuros mendefinisikan kenikmatan sebagai ketiadaan rasa sakit (jasmani dan rohani). Kenikmatan jasmani akan terus bertambah hingga rasa sakitnya sudah hilang sepenuhnya.[1] Setelah itu, kenikmatannya sudah tidak bisa ditambah lagi, sehingga secara rasional manusia tidak bisa mencari kenikmatan jasmani yang lebih dari aponia.[2] Bagi Epikuros, aponia merupakan salah satu kenikmatan yang diam (katastematic),[3] atau dalam kata lain kenikmatan ini dialami oleh orang ketika tidak ada lagi rasa sakit yang dapat dihilangkan.[4] Untuk mencapai keadaan ini, manusia perlu mengalami kenikmatan yang bergerak, atau dalam kata lain kenikmatan yang dialami seseorang ketika rasa sakitnya dihilangkan.[4]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Reale 1985, hlm. 171
  2. ↑ Furley 1999, hlm. 210
  3. ↑ Diogenes Laërtius, x. 136
  4. 1 2 Annas 1995, hlm. 336

Daftar pustaka

  • Reale, Giovanni (1985), A History of Ancient Philosophy: The Systems of the Hellenistic Age, SUNY Press
  • Furley, David J. (1999), Routledge History of Philosophy, Volume II. From Aristotle to Augustine, Routledge
  • Annas, Julia (1995), The Morality of Happiness, Oxford University Press
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan