Rabu, 30 September 2026
00:38 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Apollo et Hyacinthus

Apollo et Hyacinthus

Bagikan:
Opera oleh Wolfgang Amadeus Mozart
120px-Wolfgang-amadeus-mozart_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Die Schuldigkeit des ersten Gebotes (1767)
Apollo et Hyacinthus (1767)
Bastien und Bastienne (1768)
La finta semplice (1769)
Mitridate, re di Ponto (1770)
Ascanio in Alba (1771)
Il sogno di Scipione (1772)
Lucio Silla (1772)
La finta giardiniera (1775)
Il re pastore (1775)
Thamos, König in Ägypten (1779)
Zaide (1780)
Idomeneo (1781)
Die Entführung aus dem Serail (1782)
L'oca del Cairo (1783)
Lo sposo deluso (1784)
Der Schauspieldirektor (1786)
The Marriage of Figaro (1786)
Don Giovanni (1787)
Così fan tutte (1790)
The Magic Flute (1791)
La clemenza di Tito (1791)

Apollo et Hyacinthus adalah sebuah opera, K.38, yang ditulis pada tahun 1767 oleh Wolfgang Amadeus Mozart, yang baru berumur 11 pada saat itu. Ini adalah opera Mozart yang pertama (karena orang-orang menganggap Die Schuldigkeit des ersten Gebotes hanya sebagai drama suci). Opera ini mempunya tiga babak. Seperti yang diberitahu namanya, cerita dari opera ini diambil dari mitos Yunani yang diceritakan oleh puitis Roman Ovid di karya terbesarnya Metamorphoses. Rufinus Widl menulis libretto dari karya ini.

Mitos ini menceritakan tentang Hyacinth yang mati dengan tidak sengaja dengan lemparan discus yang dilempar oleh Apollo, yang mengenai kepalanya. Mitos yang lain menceritakan Zephyrus, dewa angin, adalah yang bertanggung jawab untuk kematian Hyacinth. Zephyrus meniup discus ini karena kecemburuan supaya dapat membunuh Hyacinth. Setelah kematiannya, Apollo membuat sejenis bunga, hyacinth, tumbuh dari darahnya.

250px-The_Death_of_Hyacinth.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Death of Hyacinth by Giovanni Battista Tiepolo

Peran-peran

  • Oebalus, Raja Lacedaemonia (tenor)
  • Melia, putri Oebalus (sopran)
  • Hyacinthus, putra Oebalus (sopran)
  • Apollo (alto)
  • Zephyrus, teman Hyacinthus (alto)
  • First Priest of Apollo (bass)
  • Second of Apollo (bass)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan