Minggu, 01 November 2026
10:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Apollo et Hyacinthus

Apollo et Hyacinthus

Bagikan:
Opera oleh Wolfgang Amadeus Mozart
120px-Wolfgang-amadeus-mozart_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Die Schuldigkeit des ersten Gebotes (1767)
Apollo et Hyacinthus (1767)
Bastien und Bastienne (1768)
La finta semplice (1769)
Mitridate, re di Ponto (1770)
Ascanio in Alba (1771)
Il sogno di Scipione (1772)
Lucio Silla (1772)
La finta giardiniera (1775)
Il re pastore (1775)
Thamos, König in Ägypten (1779)
Zaide (1780)
Idomeneo (1781)
Die Entführung aus dem Serail (1782)
L'oca del Cairo (1783)
Lo sposo deluso (1784)
Der Schauspieldirektor (1786)
The Marriage of Figaro (1786)
Don Giovanni (1787)
Così fan tutte (1790)
The Magic Flute (1791)
La clemenza di Tito (1791)

Apollo et Hyacinthus adalah sebuah opera, K.38, yang ditulis pada tahun 1767 oleh Wolfgang Amadeus Mozart, yang baru berumur 11 pada saat itu. Ini adalah opera Mozart yang pertama (karena orang-orang menganggap Die Schuldigkeit des ersten Gebotes hanya sebagai drama suci). Opera ini mempunya tiga babak. Seperti yang diberitahu namanya, cerita dari opera ini diambil dari mitos Yunani yang diceritakan oleh puitis Roman Ovid di karya terbesarnya Metamorphoses. Rufinus Widl menulis libretto dari karya ini.

Mitos ini menceritakan tentang Hyacinth yang mati dengan tidak sengaja dengan lemparan discus yang dilempar oleh Apollo, yang mengenai kepalanya. Mitos yang lain menceritakan Zephyrus, dewa angin, adalah yang bertanggung jawab untuk kematian Hyacinth. Zephyrus meniup discus ini karena kecemburuan supaya dapat membunuh Hyacinth. Setelah kematiannya, Apollo membuat sejenis bunga, hyacinth, tumbuh dari darahnya.

250px-The_Death_of_Hyacinth.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Death of Hyacinth by Giovanni Battista Tiepolo

Peran-peran

  • Oebalus, Raja Lacedaemonia (tenor)
  • Melia, putri Oebalus (sopran)
  • Hyacinthus, putra Oebalus (sopran)
  • Apollo (alto)
  • Zephyrus, teman Hyacinthus (alto)
  • First Priest of Apollo (bass)
  • Second of Apollo (bass)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan