Minggu, 08 November 2026
19:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kumbang tahi kerbau

Kumbang tahi kerbau

genus serangga

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2022)
Kumbang tahi kerbau
250px-Aphodius_pedellus_-_inat_140443695.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aphodius pedellus, Kanada
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Coleoptera
Famili: Scarabaeidae
Subfamili: Aphodiinae
Tribus: Aphodiini
Genus: Aphodius
Illiger, 1798
Artikel takson sembarang

Kumbang tahi kerbau (genus Aphodius) adalah jenis kumbang yang hidup pada tahi atau kotoran kerbau.[1] Tersebar di daerah tropis dan subtropik.[1] Kumbang tahi kerbau termasuk genus kumbang dalam famili Scarabaeidae.[2] Pada tahap larva, mereka memakan kotoran.[3] Tubuh berwarna coklat sebesar kuku kelingking dan punggungnya cembung.[1] Kaki berbetuk khas sebagai penggali.[1] Serangga-serangga ini banyak di jumpai pada musim hujan.[1] Kumbang dewasa sering tertarik sinar lampu, bertelur pada tumpukan tahi kerbau.[1] Larva berwarna putih.[1] Kepompongnya terbungkus di dalam kokon bulat berwarna hitam, yang terbentuk dari kotoran kerbau.[1] Umumnya tiga ekor larva berkumpul menjadi satu di dalam kokon.[1]

Kumbang tahi dikenal suka menggelindingkan bola-bola terbuat dari kotoran yang berbobot 50 kali lebih berat ketimbang tubuhnya sendiri.[4] Kumbang ini juga gunakan kotoran untuk pendingin tubuh ketika berada di atas bola kotoran miliknya dan sering kali mengusap wajahya. Para peneliti mencurigai ini merupakan perilaku khas bertujuan menyebarkan carian ke kaki serta kepala agar menjadi lebih dingin.[4]

Spesies

Ke-44 spesies berikut telah diakui berada dalam genus Aphodius:

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-4. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects.
  2. ↑ http://data.gbif.org/species/browse/taxon/13143053
  3. ↑ Valiela, Ivan (1974). "Composition, food webs, and population limitation in dung arthropod communities during invasion and succession"journal=American Midland Naturalist". 92: 370–385, from page 380. doi:10.2307/2424302.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. 1 2 (Inggris) Widiartanto, Yoga Hastyadi (2012-10-25). "Kumbang Tahi Gunakan Kotoran untuk Pendingin Tubuh". Okezone.com. Kumbang Tahi Gunakan Kotoran untuk Pendingin Tubuh. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan