Rabu, 14 Oktober 2026
07:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Anwar Sutan Saidi

Bagikan:
Anwar Sutan Saidi
Lahir(1910-04-19)19 April 1910
Meninggal1 Juni 1976(1976-06-01) (umur 66)
PekerjaanPengusaha
Dikenal karena- Pendiri Bank Nasional
- Aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia
AnakRoestam Anwar

Anwar Sutan Saidi (19 April 1910 – 1 Juni 1976) adalah pengusaha dan aktivis pergerakan kemerdekaan asal Indonesia. Dia merupakan salah satu dari sedikit konglomerat Indonesia sebelum masa kemerdekaan.

Bisnis

Anwar hanya menempuh jenjang pendidikan Sekolah Dasar 5 tahun di Payakumbuh. Tak sempat melanjutkan pendidikannya, Anwar terjun ke dunia bisnis pada usia 16 tahun. Pada mulanya ia bekerja dengan pamannya, kemudian ia terus mengembangkan usahanya sendiri. Salah satu usahanya adalah mengumpulkan hasil kerajinan tangan masyarakat Agam Tuo (Oud Agam). Pada tahun 1930, dia mendirikan bank,[1] yakni Bank Tabungan Saudagar di Bukittinggi. Bank ini kemudian berubah nama menjadi Bank Nasional Abuan Saudagar, yang pada akhirnya menjadi Bank Nasional.[2] Tahun 1938 ia memprakarsai berdirinya empat perusahaan, yaitu PT Inkorba, PT Bumi Putera, PT Andalas, dan PT Fort de Kock. Di Bukittinggi, ia juga mendirikan perusahaan penerbitan NV Nusantara. Perusahaan ini banyak menerbitkan buku-buku sastra yang menjadi bacaan wajib anak-anak sekolah. Bersama putranya Rustam Anwar, ia mengelola penerbitan ini hingga menjadi salah satu yang terbesar di Sumatra. Anwar juga membangun Hotel Minang di Bukittinggi dan Danau Singkarak (Nagari Batu Taba). Pada tahun 1964 ia mengaktifkan kembali pabrik Tenun Padang Asli yang sudah lama ditutup.

Setelah Anwar wafat, perusahaan-perusahaannya banyak yang mundur. Pada akhir 1990-an, gubernur Hasan Basri Durin menjual aset Bank Nasional kepada Grup Bakrie dan Aminuzal Amin. Kelompok itu kemudian mengubah nama Bank Nasional menjadi Bank Nusa Bakri.[3]

Pergerakan

330px-Ulama_Minangkabau_Guru_Ummat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anwar St. Saidi (Berdiri nomor 4 dari kiri) bersama ulama-ulama dan tokoh Minangkabau

Pada tahun 1940, Anwar pernah mengirim 3 orang pemuda untuk belajar kepada Mohammad Hatta. Pada masa itu, Mohammad Hatta memang mengajar ketiga pemuda tersebut dan seorang pemuda yang memang asli berasal dari Banda Neira.[1] Masuknya Anwar Sutan Saidi ke dalam dunia pergerakan disebabkan oleh kakaknya Djamaluddin Ibrahim, yang menjadi guru Sumatra Thawalib sekaligus aktivis Partai PARI. Anwar adalah aktivis pergerakan yang anti-Jepang. Dia tidak sepaham dengan Muhammad Sjafei dan Chatib Sulaiman, yang mendirikan Gyugun (Laskar Rakyat) untuk membantu Jepang. Namun setelah Gyugun diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Anwar aktif memberikan dukungan dana kepada organisasi militer tersebut. Pada masa kemerdekaan, Anwar duduk sebagai Dewan Eksekutif Komite Nasional Indonesia (KNI) Sumatera Barat, mendampingi Sutan Mohammad Rasjid dan Dr. Djamil. Tahun 1960 Anwar ditunjuk menjadi anggota Depernas (Dewan Perancang Nasional) sebagai tenaga ahli, dan kemudian diangkat pula menjadi anggota MPRS.

Catatan kaki

  1. 1 2 Noer, Deliar (2012). Mohammad Hatta:Hati Nurani Bangsa. hal.56. Jakarta:Penerbit Kompas. ISBN 978-979-709-633-5.
  2. ↑ Audrey R. Kahin, Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatera Barat dan Politik Indonesia 1926-1998, 2005
  3. ↑ Aziz Thaib dkk., Buku Peringatan 40 Tahun PT Bank Nasional, Bukittinggi: PT Bank Nasional, 1970


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan