Kamis, 01 Oktober 2026
23:45 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Anwar Ilmar

Anwar Ilmar

Bagikan:
Anwar Ilmar
250px-Anwar_Ilmar%2C_Buku_Kenangan_Anggota_Dewan_Perwakilan_Rakyat_Republik_Indonesia_Masa_Keanggotaan_1992-1997%2C_p402.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Oktober 1992 –30 September 1997
Daerah pemilihanDKI Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta
Bidang Kesejahteraan Rakyat
Masa jabatan
5 April 1984 –14 Agustus 1991
PendahuluSardjono Soeprapto
PenggantiSusilo Museno
Bupati Jayapurake-1
Masa jabatan
1967–1975
PendahuluJabatan dibentuk
PenggantiThontje Meset
Bupati Meraukeke-2
Masa jabatan
1963–1966
PendahuluSuyitno
PenggantiG. Darmowidigdo
Informasi pribadi
Lahir(1933-03-05)5 Maret 1933
Suami/istri
Zainar Azis
​
(m. 1962)​
Anak4
PendidikanUniversitas Gadjah Mada (Drs.)
PekerjaanBirokrat
Dikenal karena
Wakil Gubernur DKI Jakarta

Anwar Ilmar (lahir 5 Maret 1933) adalah seorang birokrat dan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Masyarakat sejak 5 April 1984 hingga 8 Agustus 1991.[1] Sebelumnya, Anwar merupakan Sekretaris Wilayah Daerah (Setwilda) DKI Jakarta hingga 1984.[2] Sejak 1992 sampai 1997, Anwar Ilmar duduk sebagai anggota DPR RI dengan jabatan Wakil Ketua Komisi II DPR RI.[3]

Di bidang sosial kemasyarakatan, Anwar Ilmar juga pernah aktif sebagai pengurus pada Lembaga Gebu Minang dengan menjabat sebagai Ketua I dibawah Prof. Drs. Harun Zain sebagai Ketua Eksekutif dan Prof. Dr. Emil Salim sebagai Ketua Umum.[4]

Kehidupan awal dan pendidikan

Anwar Ilmar dilahirkan di Kota Padang, 5 Maret 1933. Ia anak keenam dari delapan bersaudara. Pada awal Clash II 1946, Padang dikuasai tentara pendudukan Belanda. Ayahnya, Ilam gelar Marah Sutan, membawa istri dan anak-anaknya mengungsi dengan berjalan kaki ke Salayo, Solok. Ayahnya meninggal dunia di sana pada 30 September 1947.[5]

Seperti anak-anak Minang pada masa itu, Anwar belajar di sekolah umum pada siang hari dan belajar agama di malam hari. Ia menyatakan bahwa orang tua pada zaman itu beranggapan bahwa apabila seorang anak belum sekolah agama, maka belum dianggap sekolah.[5]

Awal 1950, Anwar dan keluarganya kembali ke Padang dalam keadaan kesulitan ekonomi. Toko keluarganya dibakar habis oleh tentara Sekutu. Sekutu menuduh gerilyawan Indonesia bertanggung jawab atas penembakan mati Brigjen Kristison, perwira Inggris, dan membakar 3 kampung di Padang. Untuk bertahan hidup, Anwar mencari uang dengan memanjat cengkih dan menuai padi.[5]

Anwar berjalan kali sejauh lima kilometer pulang pergi untuk mencapai sekolahnya. Suatu ketika, Anwar secara tak sengaja bertemu dengan Wali Kota Padang Zainal Abidin Sutan Pangeran. Setelah pertemuan itu, ia mendapat kabar bahwa uang sekolahnya telah dibayar oleh wali kota.[5]

Anwar menamatkan sekolah rakyat pada 1948, SMP pada 1951, dan SMA pada 1954. Menurutnya, di kampungnya hanya ia dan Azwar Anas yang menyelesaikan pendidikan SMA. Beberapa institusi menawarkan beasiswa kepadanya, di antaranya Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Ia memilih berkuliah di Fakultas Sosial Politik Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar sarjana pada 1961.[5]

Karier

Anwar memulai karier birokratnya di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebagai Wakil Kepala Biro Desentralisasi pada 1958. Setahun berikutnya, ia diangkat menjadi Sekretaris Daerah Kotapraja Pontianak hingga 1960. Pada 1960, ia mengikuti latihan militer untuk Operasi Trikora dalam pembebasan Irian Barat. Pada 1962, ia menjadi Asisten Pemerintahan Sipil di Markas Besar Komando Pembebasan Irian Barat Makassar.[5]

Pada 1963, Anwar diangkat menjadi Sekretaris Residen Merauke. Ketika itu Anwar berhasil menyelesaikan permasalahan tertembaknya seorang pastur oleh Camat Merauke. Residen Merauke menolak menyampaikan permintaan maaf kepada Uskup Merauke. Agar tidak terjadi pertumpahan darah, Anwar menaiki perahu selama tiga hari dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk menemui wanita pemimpin ritual. Setelah perundingan dari pagi hingga sore, kedua belah pihak saling meminta maaf.[5]

Pada 1964, Anwar dilantik menjadi Bupati Merauke. Suatu ketika, Anwar menaiki helikopter untuk menyuplai kebutuhan sandang dan papan ke daerah terpencil. Baling-baling helikopter yang dinaikinya patah di sebuah hutan. Radio helikopter masih berfungsi sehingga tim penyelamat berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter Anwar dengan mudah.[5]

Pada 1968, Anwar diangkat menjadi Bupati Jayapura hingga 1975. Selama menjadi bupati di Jayapura, ia terlibat dalam proses integrasi penuh Papua ke dalam Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua Tim Perbatasan Irian Jaya–Papua Nugini dan Ketua Dewan Musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat Kabupaten Jayapura. Ia juga menjadi ketua cabang Palang Merah Indonesia kabupaten dan ketua pembina Korps Pegawai Republik Indonesia kabupaten.[5]

Pada 1976, Anwar memasuki Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dengan menjabat sebagai kepala direktorat pembangunan desa. Pada 1979, ia merangkap jabatan dengan dilantik sebagai Sekretaris Wilayah Daerah DKI Jakarta. Barulah pada 1984, ia melepas dua jabatan itu dengan diangkat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan menjabat hingga 1991. Pada 1991, ia ditunjuk Tien Soeharto untuk menjabat sebagai Wakil General Manager Taman Mini Indonesia Indah. Pada pemilihan umum 1992, ia terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan menjabat hingga 1997.[5]

Referensi

  1. ↑ Catatan masa bhakti Drs. H. Anwar Ilmar, Wakil Gubernur KDKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Masyarakat 1984-1991 Books.google.co.id. Diakses 18 Juli 2013.
  2. ↑ PELANTIKAN Tempo.co (14/4/1984). Diakses tanggal 30 Mei 2020
  3. ↑ Wahono Menyerang Konglomerat Diarsipkan 2016-03-09 di Wayback Machine. Merdeka, 31 Maret 1995. Diakses 18 Juli 2013.
  4. ↑ Sekilas Gebu Minang[pranala nonaktif permanen] Milis SURAU forum diskusi ke-Islaman. 31 Juli 2002. Diakses 18 Juli 2013.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Profil Tokoh, Aktivis, dan Pemuka Masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. hlm. 48–50. ISBN 978-979-8931-00-0. Diakses tanggal 25 November 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan