Senin, 26 Oktober 2026
19:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Anton Lucas

Bagikan:

Anton E. Lucas atau juga dikenal dengan nama Anton Lucas adalah indonesianis berkebangsaan Australia. Namanya dikenal sebagai penulis dan peneliti, utamanya sejarah dan hubungan internasional di wilayah Asia dengan Australia. Salah satu karyanya, Peristiwa Tiga Daerah: Revolusi dalam Revolusi merupakan kajian historis pergolakan masyarakat di daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang yang terjadi setelah masa revolusi, dengan tokoh utamanya Kutil.[1]

Latar belakang

Anton Lukas lahir di Australia. Dia merupakan dosen senior (senior lecturer) di Departemen Kajian Asia dan Bahasa, di Flinder University of South Australia, Adelaide, Australia Selatan. Anton meraih gelar Ph.D dari Universitas Nasional Australia (ANU) pada tahun 1981. Bukuya yang telah terbit antara lain Peristiwa Tiga Daerah: Revolusi dalam Revolusi (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1989) yang kemudian diterjemahkan menjadi One Soule On Struggle: Region and Revolution in Indonesia (Sidney: Allen & Unwin, 1991) dan When the Dog Dies Ghrow it in the River: Environmental Politics and Water Pollution in Indonesia (Monash Asia Institute, 2000). Buku yang terakhir dia tulis bersama Arief W. Djati. Dia juga menyunting buku Local Opposition and Underground Resistance to the Japanese in Java 1942-1945 (Monas University, 1986), dan Half a Century of Indonesia Australia Ineraction (Flinders University of South Australia, 1996). Anton juga pernah menjadi tenaga ahli di Pusat Latihan dan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial (PLPIIS) Universitas Hasanuddin (1985-1986) dan Senior Research Associate di Pusat Antar Universitas (PAU) Studi Sosial Universitas Gajah Mada (1990-1991)

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Google Book: Merampas tanah rakyat: kasus Tapos dan Cimacan, diakses 13 Maret 2017


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan