Rabu, 28 Oktober 2026
09:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Antimakassar

Antimakassar

kain yang ditaruh pada bagian sandaran kepala tempat duduk atau furnitur lain

Bagikan:
500px-Interior_Kereta_Api_Bangunkarta_%28Dipo_Kereta_SDT%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antimakassar yang dipasang di kursi kereta.

Antimakassar (bahasa Inggris: antimacassar) adalah istilah untuk menyebut sehelai kain yang diletakkan pada sandaran kursi bagian kepala. Antimakassar biasanya digunakan di kursi-kursi kendaraan umum seperti bus dan pesawat terbang. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari sentuhan langsung antara permukaan kursi dan rambut penumpang. Nama antimakassar sendiri diambil dari sejenis minyak rambut populer yang berasal dari minyak makassar. Pada saat ini antimakassar juga dapat digunakan untuk menyebut kain sejenis pada perabotan lain.[1]

Minyak makassar adalah kebutuhan rambut yang umum digunakan oleh pria pada awal abad ke-19. Penyair Byron menyebutnya sebagai "minyakmu yang tak tertandingi, Makassar".[2] Mode untuk meminyaki rambut menjadi sangat luas pada era Viktoria dan Edwardia, sehingga orang-orang mulai memberikan pelindung pada sandaran kursi agar terhindar dari minyak rambut. Sekitar 1850, pelindung ini mulai dikenal sebagai antimakassar. Pada 1865, antimakassar juga dipasang di kursi-kursi teater.

Catatan kaki

  1. ↑ Pringgodigdo, Prof Mr Ag (1991-01-01). Ensiklopedi Umum. Kanisius. ISBN 978-979-413-522-8.[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑  Satu atau lebih kalimat sebelum ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Antimacassar" . Encyclopædia Britannica. Vol. 2 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 127.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Antimakassar.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan