Minggu, 01 November 2026
02:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Antibodi antinukleus

Antibodi antinukleus

Bagikan:
250px-ANA_Immunofluorescence.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahapan Deteksi Antibodi Anti-nukleus dengan Imunofluoresens

Antibodi anti-nukleus (ANA, Anti-nuclear antibodies) atau dikenal juga sebagai Faktor anti-nukleus (ANF, Anti-nuclear factor) adalah antibodi yang timbul lebih tinggi ketika terjadi penyakit autoimun. Uji ANA mengukur pola dan jumlah dari autoantibodi yang dapat merusak jaringan tubuh bila jaringan tersebut dianggap sebagai benda asing. Setiap individu memiliki autoantibodi dalam jumlah yang sedikit, tetapi sekitar 5% dari populasi terdapat autoantibodi yang meningkat. Setengah dari 5% tersebut menderita penyakit autoimun.

Autoimunitas

Titer normal dari ANA adalah 1:40. Titer yang lebih tinggi menandakan sebuah penyakit autoimun. Adanya ANA mengindikasikan lupus erythematosus (terdapat pada 80-90% dari kasus). Hal serupa juga timbul pada 60% kasus sindrom Sjögren, arthritis rheumatoid, hepatitis autoimun, skleroderma, polimiositis, dermatositis, dan berbagai kondisi non-rheumatologis yang berhubungan dengan kerusakan jaringan. ANA juga dirujuk langsung ke kompleks pori nukleus pada sirosis biliaris primer. Kondisi lainnya dengan titer ANA tinggi seperti pada penyakit Addison, purpura trombositopenik primer, penyakit Hashimoto, anemia hemolitik autoimun, diabetes melitus tipe I, kelainan jaringan ikat campuran.

Antibodi anti-nukleus

Antibodi anti-nukleus adalah antibodi yang tak biasa, dapat dideteksi di darah, memiliki kemampuan untuk mengikat struktur tertentu pada nukleus sel. Nukleus menganduk DNA, materi genetika. ANA ditemukan pada pasien dengan sistem imun yang telah tertekan faktor predisposisi dan akhirnya terkena radang serta merusakan jaringan tubuh sendiri.

Dengan ditemukannya titer ANA yang tinggi (1:160 misalnya), berbagai subtipe ANA dapat dibedakan.[1] Berikut adalah subtipe pada sel HEp-2, misalnya:

Referensi

  1. ↑ Kavanaugh A, Tomar R, Reveille J, Solomon DH, Homburger HA. Guidelines for clinical use of the antinuclear antibody test and tests for specific autoantibodies to nuclear antigens. American College of Pathologists. Arch Pathol Lab Med 2000;124:71-81. PMID 10629135.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan