Sabtu, 03 Oktober 2026
21:35 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Antefiks

Antefiks

Blok Terminal Untuk Ubin Penutup Atap

Bagikan:
250px-Seri_Candi_Plaosan_Lor_005.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antefiks di Candi Plaosan Lor.

Antefiks atau simbar adalah hiasan berbentuk seperti segitiga pada bagian luar atap suatu bangunan. Keberadaan antefiks membuat banginan terkesan lebih tinggi dari ukuran aslinya. Candi-candi langgam di Jawa Timur banyak menggunakan antefiks.

Asal kata

Antefiks berasal dari kata bahasa Latin yakni antefixa. Kata ini sendiri ditulis jamak menjadi antefixum, yang berarti sesuatu yang dipasang di depan: ante- berarti di depan dan fixus artinya dipasang, bentuk masa lalu dari kata figere, memasang.[1] Antefiks dikenal pula dengan nama simbar.[2]

Fungsi

Fungsi utama dari antefiks sebagai hiasan. Letaknya berada di bagian puncak dinding dan kornis. Keberadaan antefiks menimbulkan kesan bahwa bangunan lebih tinggi dari ukuran aslinya. Model hiasan dari antefiks dapat beragam.[3]

Pemakaian

Antefiks dapat ditemukan pada candi-candi langgam di Jawa Timur. Lokasinya di bagian tengah dan sudut pada atap.[4] Antefiks dengan hiasan tanduk kijang banyak ditemukan pada candi.[5] Selain itu, antefiks dengan hiasan Hapsara-Hapsari dapat ditemukan pada Candi Pringapus. Hapsara-Hapsari merupakan penggambaran dari makhluk setengah dewa.[6]

Referensi

  1. ↑ Istari, T.M. Rita (April 2015). Sulistyanto, Bambang (ed.). Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya (PDF). Yogyakarta: Kepel Press. hlm. 71. ISBN 978-602-1228-99-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Sudarsono; Astuti, Retna; Sunjata, I. W. Pantja; Javanologi (Indonesia), Proyek (1986). Makna Peninggalan Arkeologi dalam Kebudayaan Jawa. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 74.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Tim Infografik Kompas (2014). Indonesia dalam Infografik. Penerbit Buku Kompas. hlm. 24. ISBN 978-979-709-841-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Eni, S. P., dan Tsabit, A. H. (2017). Arsitektur Kuno Kerajaan-Kerajaan Kediri, Singasari dan Majapahit di Jawa Timur (PDF). Jakarta: Rajawali Pers. hlm. 22. ISBN 978-623-231-050-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Arafat, M. Yaser (Mei 2022). Nisan Hanyakrakusuman: Batu Keramat dari Pasarean Sultanagungan di Yogyakarta (PDF). Yogyakarta: Suka Press. hlm. 39. ISBN 978-623-7816-47-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Istari, T.M. Rita (April 2015). Sulistyanto, Bambang (ed.). Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya (PDF). Yogyakarta: Kepel Press. hlm. 71. ISBN 978-602-1228-99-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan