Selasa, 03 November 2026
05:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Antariksawan kuno

Antariksawan kuno

Bagikan:
250px-Antropomorfi_chiamati_%22Astronauti%22_-_Zurla_R_1_-_Nadro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan di Val Camonica, Italia, c.10,000 SM, menggambarkan pengunjung dari luar angkasa. Namun mungkin juga yang mereka gambarkan adalah dewa atau tokoh mitologi pada masa tersebut.
250px-JomonStatue.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dogū (土偶) diduga sebagai antariksawan kuno yang mengunjungi bumi selama periode Jomon.

Menurut teori antariksawan kuno, kehidupan ekstraterestrial yang maju (disebut antariksawan kuno atau alien kuno) telah mengunjungi bumi dan kontak antara manusia kuno dengan alien memberikan pengaruh terhadap perkembangan budaya, teknologi dan agama manusia.

Beberapa teori menyatakan bahwa dewa dari hampir seluruh agama adalah makhluk ekstraterestrial.[1][2]

Teori-teori antariksawan kuno dipopulerkan pada akhir abad ke-20 oleh Erich von Däniken, Zecharia Sitchin dan Robert K.G. Temple.[3]

Teori antariksawan kuno banyak digunakan dalam fiksi ilmiah. Teori ini tidak memperoleh dukungan dari komunitas ilmu pengetahuan, dan hanya memperoleh sedikit atau sama sekali tidak ada perhatian dalam penilaian sejawat jurnal-jurnal ilmiah.

Referensi

  1. ↑ Lieb, Michael (1998). Children of Ezekiel: Aliens, Ufos, the Crisis of Race, and the Advent of End Time. Duke University Press. hlm. 250. ISBN 0-8223-2268-4.
  2. ↑ Cithara. St. Bonaventure University. 1961. hlm. 12.
  3. ↑ Von Däniken, Erich (1984). Chariots of the Gods. Berkley Pub Group. ISBN 0-4250-7481-1.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Benda Terbang Aneh (UFO) ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan